![]() |
| Tabel angsuran KUR Bank BRI. Sumber: Bandung Berita Kini |
UMKM Go
Digital - Angsuran adalah kewajiban pembayaran bulanan
yang harus disetor debitur kepada bank, terdiri dari cicilan pokok pinjaman
ditambah bunga, hingga utang lunas sesuai tenor yang disepakati.
Untuk pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar
Rp100 juta dengan bunga 6 persen efektif per tahun, angsuran berkisar dari
sekitar Rp8,8 juta per bulan untuk tenor 12 bulan hingga sekitar Rp2,2 juta per
bulan bila tenor diperpanjang menjadi 60 bulan.
Sementara itu, utang KUR BRI Rp50 juta memiliki simulasi
cicilan mulai dari kisaran Rp4,4 juta per bulan pada tenor 12 bulan hingga
sekitar Rp1,1 juta per bulan pada tenor 60 bulan.
Simulasi ini penting diketahui pelaku usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia yang berencana mengajukan KUR
BRI sepanjang Juli 2026, agar bisa menyesuaikan besaran pinjaman dan jangka
waktu cicilan dengan kemampuan keuangan usaha.
BRI sebagai penyalur KUR terbesar tetap membuka
program ini sepanjang tahun anggaran, selama kuota dari pemerintah masih
tersedia.
Dengan mengetahui gambaran cicilan sejak awal, pelaku usaha
bisa menghindari beban angsuran yang terlalu berat dan tetap menjaga arus kas
usahanya tetap sehat selama masa pinjaman berjalan.
Simulasi Angsuran Berdasarkan Plafon dan Tenor
Berdasarkan skema bunga flat 6 persen efektif per tahun
untuk pengajuan pertama, berikut simulasi angsuran bulanan KUR BRI:
Plafon Rp50 juta:
- Tenor
12 bulan: sekitar Rp4.416.667/bulan
- Tenor
24 bulan: sekitar Rp2.333.333/bulan
- Tenor
36 bulan: sekitar Rp1.638.889/bulan
- Tenor
48 bulan: sekitar Rp1.291.667/bulan
- Tenor
60 bulan: sekitar Rp1.083.333/bulan
Plafon Rp100 juta:
- Tenor
12 bulan: sekitar Rp8.833.333/bulan
- Tenor
24 bulan: sekitar Rp4.666.667/bulan
- Tenor
36 bulan: sekitar Rp3.277.778/bulan
- Tenor
48 bulan: sekitar Rp2.583.333/bulan
- Tenor
60 bulan: sekitar Rp2.166.667/bulan
Angka-angka di atas merupakan estimasi berdasarkan skema
bunga flat, sehingga semakin panjang tenor yang dipilih, semakin ringan
angsuran bulanannya, meski total bunga yang dibayarkan sepanjang masa pinjaman
menjadi lebih besar.
Suku Bunga Mengikuti Riwayat Pinjaman
Tingkat bunga KUR BRI tidak seragam untuk setiap
debitur, karena dipengaruhi oleh riwayat pengajuan pinjaman.
Untuk pinjaman yang pertama, bunga yang dikenakan adalah 6
persen efektif per tahun. Bunga ini kemudian naik bertahap menjadi 7
persen pada pinjaman kedua, 8 persen pada pinjaman ketiga, dan 9
persen pada pinjaman keempat.
Sementara itu, kategori KUR Super Mikro dengan plafon hingga
Rp10 juta dikenakan bunga lebih rendah, yaitu 3 persen efektif per tahun.
BRI membagi KUR ke dalam tiga kategori utama. KUR Super
Mikro ditujukan untuk pelaku usaha yang baru memulai dengan plafon maksimum
sebesar Rp10 juta.
KUR Mikro menawarkan plafon yang berkisar antara Rp10
juta hingga Rp100 juta. Di sisi lain, KUR Kecil ditujukan untuk usaha yang
sudah lebih maju, dengan plafon antara Rp100 juta hingga Rp500 juta.
Untuk pinjaman hingga Rp100 juta, debitur tidak diwajibkan
menyertakan agunan tambahan, sedangkan plafon di atasnya membutuhkan agunan
sesuai penilaian bank.
Cara menghitung simulasi di atas menggunakan skema bunga
flat, yaitu bunga dihitung dari nilai pokok pinjaman awal dikalikan persentase
bunga per tahun, lalu dikalikan jumlah tahun tenor.
Hasil perhitungan bunga tersebut kemudian dijumlahkan dengan
pokok pinjaman, dan dibagi rata sesuai jumlah bulan tenor yang dipilih.
Skema ini membuat nominal angsuran bulanan cenderung tetap
sama dari awal hingga akhir masa pinjaman, sehingga memudahkan debitur
merencanakan arus kas usahanya.
![]() |
| Ilustrasi AI Pemilik usaha kecil melihat rincian Tabel Angsuran KUR BRI Juli 2026 |
Syarat Pengajuan KUR BRI
Sebelum mengajukan KUR BRI, calon debitur perlu memenuhi
sejumlah syarat administratif, di antaranya:
·
Warga Negara Indonesia (WNI) harus berusia
setidaknya 17 tahun atau sudah menikah.
·
Memiliki usaha produktif yang telah beroperasi
selama minimal enam bulan.
·
Tidak sedang mendapatkan kredit produktif dari
lembaga perbankan lain.
·
Menyiapkan e-KTP, Kartu Keluarga (KK), serta
dokumen legalitas usaha seperti NIB, IUMK, atau Surat Keterangan Usaha (SKU).
·
Melampirkan NPWP untuk pengajuan yang melebihi
Rp50 juta.Pengajuan dapat dilakukan secara langsung di kantor cabang atau unit
kerja BRI terdekat, atau melalui layanan digital resmi bank.
Setelah dokumen dinyatakan lengkap, pihak bank akan
melakukan verifikasi data dan survei kelayakan usaha sebelum pinjaman disetujui
dan dicairkan, dengan proses yang umumnya memakan waktu sekitar 7 hingga 14
hari kerja.
Catatan Penting
Perlu digarisbawahi bahwa seluruh simulasi angsuran di atas
bersifat estimasi dan ilustratif.
Jumlah cicilan yang sebenarnya diterima oleh debitur dapat
bervariasi setelah dilakukan analisis kredit oleh pihak BRI, tergantung pada
profil risiko, tenor akhir, serta kebijakan bank yang berlaku pada saat
pengajuan.
Calon debitur disarankan untuk mengonfirmasi langsung simulasi angsuran ke kantor cabang BRI terdekat atau melalui layanan resmi bank sebelum memutuskan mengajukan pinjaman, agar mendapatkan gambaran cicilan yang paling akurat sesuai kondisi masing-masing.




