![]() |
| Listing Saham Perdana PT RANS Entertainment. Sumber: Katadata |
UMKM Go Digital
- PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) adalah perusahaan media dan
hiburan milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang
resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 10 Juli 2026, sekaligus
menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar melalui penawaran umum perdana saham
(IPO).
Sepanjang tahun buku 2025, RANS membukukan pendapatan
Rp353,37 miliar, turun dari Rp410,49 miliar pada 2024.
Adapun Nagita Slavina menjabat sebagai Direktur Utama,
sementara Raffi Ahmad berperan sebagai pendiri (Founder) perusahaan yang
mereka rintis sejak 2016.
Begitu bel perdagangan dibuka, saham berkode RANS
langsung diserbu investor. Pada pukul 09.00 WIB, harga saham naik 34,12 persen
menjadi Rp228 per saham, menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).
Kenaikan ini terjadi karena rentang batas ARA yang
ditetapkan Bursa Efek Indonesia untuk saham di kisaran harga Rp50–200 adalah 35
persen, sehingga lonjakan RANS nyaris menyentuh batas maksimal.
Dalam aksi korporasi ini, RANS menawarkan 2.525.000.000
saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh,
dengan harga penawaran Rp170 per saham.
Proses ini menempatkan Trimegah Sekuritas sebagai
penjamin pelaksana emisi efek nama yang menurut catatan industri sebelumnya
juga menjadi underwriter untuk sejumlah IPO yang melonjak tajam di hari pertama
listing, seperti CDIA dan EMAS.
Dana IPO untuk Konser hingga AI
Dana segar hasil IPO tidak akan berhenti di kas perusahaan.
Alokasi terbesar, yakni 37,61 persen atau Rp161,5 miliar, dianggarkan untuk
penyelenggaraan konser musik di berbagai kota.
Porsi kedua terbesar, 19,80 persen atau Rp85 miliar,
digunakan untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia,
lini kecantikan yang dikenal dengan merek Slavina.
Selain itu, 18,64 persen atau Rp80 miliar dialokasikan untuk
pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland, dengan sembilan gerai yang
direncanakan dibangun bertahap sepanjang 2026–2027.
RANS juga merambah teknologi kecerdasan buatan lewat
investasi 8,15 persen atau Rp35 miliar pada perusahaan patungan bersama PT
Feedloop Global Teknologi.
Sisa dana digunakan untuk pelunasan sebagian kredit
investasi perseroan sebesar 6,98 persen atau Rp29,95 miliar, serta penguatan
modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera sebesar 8,82 persen atau Rp37,8 miliar.
Suara dari Manajemen
Di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Nagita Slavina
menyampaikan bahwa momentum ini menegaskan nilai profesional dari karya kreator
Indonesia di panggung ekonomi nasional.
Ia menambahkan bahwa industri kreatif kini tidak lagi berada
di pinggiran, melainkan berdiri sejajar dengan sektor-sektor strategis lain.
Sementara itu, Raffi Ahmad menegaskan bahwa langkah
ini bukan akhir perjalanan bisnis keluarganya, melainkan awal dari babak baru
dengan standar keterbukaan yang lebih tinggi kepada publik dan pemegang saham.
![]() |
| Layar bursa saham menampilkan data PT RANS Entertainment Tbk. Sumber: Liputan6 |
Bukan Cerita Laba, Melainkan Cerita IP
Di balik euforia lonjakan harga saham, kondisi fundamental
RANS perlu dicermati investor.
Laba tahun berjalan 2025 tercatat Rp56,68 miliar, anjlok
41,59 persen dibanding Rp97,06 miliar pada 2024, sejalan dengan penurunan
pendapatan tahunan.
Sejumlah analis pasar modal menilai penurunan ini bukan
tanda kemunduran, melainkan cerminan dari besarnya biaya ekspansi ke lini
bisnis baru Cipungland, AI, dan Slavina yang belum optimal menghasilkan
pendapatan.
Dengan harga penawaran dan laba bersih tersebut, valuasi
RANS diperkirakan berada di kisaran rasio harga terhadap laba (PER) 30–38 kali,
sebuah level yang lazim ditemukan pada saham teknologi bertumbuh, bukan
perusahaan media konvensional.
Kondisi ini menandakan pasar sedang membayar premium atas
ekspektasi pertumbuhan jangka panjang, bukan atas rekam jejak laba historis
perusahaan.
Latar Belakang Perusahaan
RANS Entertainment awalnya berdiri sebagai kanal
konten digital keluarga pada 2016 dengan nama PT RNR Film Internasional,
sebelum berevolusi menjadi creator-based venture model bisnis yang
mengubah kreativitas dan basis audiens seorang kreator menjadi kekayaan
intelektual (IP) dan entitas usaha komersial.
Perusahaan ini kini telah bekerja sama dengan lebih dari 300
brand di berbagai sektor, mulai dari produksi konten, manajemen talent,
penyelenggaraan event, hingga lini kecantikan dan teknologi.
Volume perdagangan pada hari pertama listing tergolong
ramai, dengan transaksi mencapai 6.103 lot melalui 1.701 kali transaksi,
sementara antrean beli terus menumpuk di kisaran harga Rp220–228 per saham.
Manajemen RANS mengingatkan calon investor untuk tetap merujuk pada prospektus resmi perusahaan sebagai referensi utama sebelum mengambil keputusan investasi, mengingat sebagian besar model bisnis RANS bersifat berbasis proyek dengan visibilitas pendapatan jangka panjang yang masih terbatas.




