![]() |
| Grafik saham melonjak naik tajam. Sumber: stie stekom |
UMKM Go
Digital - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
berpotensi melanjutkan penguatan menuju level Rp171–Rp174 dalam waktu dekat,
menurut catatan riset Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny
Suherman untuk perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.
Kenaikan ini didorong oleh minat beli investor asing yang
tercatat net buy sebesar Rp27,27 miliar pada perdagangan Rabu, 22 Juli
2026, ditambah momentum teknikal yang masih positif setelah saham ini naik
12,7% dalam sepekan terakhir dan 3,7% dalam sebulan terakhir.
Meski demikian, saham BUMI tetap tergolong berisiko tinggi
karena secara year-to-date harganya masih terkoreksi 54,1%, sehingga
soal potensi menembus level psikologis Rp1.000.
Klaim tersebut baru sebatas skenario agresif jangka panjang
dari sebagian analis dan sangat bergantung pada sentimen komoditas global bukan
proyeksi jangka pendek yang pasti terjadi.
Rekomendasi Teknikal BNI Sekuritas
Dalam catatannya, BNI Sekuritas menyebut saham BUMI
memiliki area support di rentang Rp167-Rp168.
Berdasarkan analisis tersebut, tim riset merekomendasikan
"BUMI spec buy dengan area beli di 167-168, cutloss di bawah 165",
dengan target dekat di kisaran Rp171-174.
Rekomendasi ini keluar setelah saham BUMI ditutup stagnan di
level Rp168 pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia
(BEI).
Arus masuk dana asing menjadi salah satu indikator utama
yang memperkuat sentimen positif ini.
Data dari Stockbit yang dikutip BNI Sekuritas
menunjukkan aksi beli bersih asing yang signifikan dalam sehari perdagangan,
menandakan ada pihak institusional yang mulai kembali melirik saham emiten
tambang batu bara ini di tengah tren harga komoditas global yang berfluktuasi.
Target Harga Bervariasi Antar-Analis
Perlu dicatat, target harga Rp171-174 dari BNI Sekuritas
bersifat jangka pendek (short-term trading target), berbeda dengan proyeksi
sejumlah sekuritas lain yang memasang target lebih agresif untuk horizon lebih
panjang.
Pada Juni 2026, misalnya, Samuel Sekuritas
merekomendasikan beli saham BUMI dengan target harga Rp300, dengan alasan utama
dukungan fundamental pendapatan dalam mata uang dolar AS.
Target tersebut mencerminkan potensi upside yang cukup besar
dari posisi harga saat rekomendasi diterbitkan.
Ada pula proyeksi yang lebih spekulatif terkait potensi rebalancing
indeks MSCI.
Sejumlah analis pasar sempat menyebut potensi rebalancing
MSCI dapat menjadi katalis positif bagi saham BUMI, dengan proyeksi harga
konservatif di kisaran Rp600–Rp800, hingga target agresif di area Rp1.000 pada
2026.
Skenario ini terkait dengan proses restrukturisasi
kepemilikan saham BUMI untuk memenuhi syarat masuk indeks MSCI,
khususnya menjelang periode peninjauan.
Sementara itu, data konsensus dari platform Investing.com
per pertengahan Juli 2026 mencatat rata-rata target harga 12 bulan untuk BUMI
berada di level 308 rupiah, dengan rekomendasi keseluruhan strong buy dari
analis yang memantau saham ini.
Perbedaan angka target antar-lembaga ini wajar terjadi
karena metodologi penilaian, horizon waktu, dan asumsi fundamental yang
digunakan tiap sekuritas berbeda-beda.
![]() |
| Papan nama Bumi Resources. Sumber: Suara.com |
Konteks Sektor dan Risiko yang Perlu Diperhatikan
Pergerakan saham BUMI tidak lepas dari dinamika sektor
pertambangan batu bara secara umum.
Beberapa faktor yang disebut mendukung sentimen positif
jangka menengah antara lain kepastian regulasi royalti, optimalisasi skema
gross split, serta proses transisi struktural sektor tambang menuju skema Danantara
Sumberdaya Indonesia yang ditargetkan rampung akhir 2026.
Namun demikian, investor perlu tetap mewaspadai volatilitas
tinggi yang melekat pada saham ini.
Koreksi tajam year-to-date sebesar 54,1% menunjukkan
bahwa saham BUMI masih rentan terhadap sentimen negatif, baik dari pergerakan
harga komoditas global maupun aksi ambil untung investor jangka pendek.
Level cutloss yang disarankan analis di bawah Rp165 menjadi
acuan penting bagi trader yang ingin mengikuti rekomendasi spec buy ini.
Yang Perlu Dicermati Investor
Secara ringkas, saham BUMI memiliki peluang teknikal jangka
pendek menuju Rp171-174 berdasarkan analisis BNI Sekuritas, didukung
aliran net buy asing dan tren kenaikan mingguan.
Namun, klaim bahwa saham ini "aman" atau pasti bisa menembus Rp1.000 tidak didukung data pasti proyeksi tersebut hanya skenario opsional dari sebagian analis untuk horizon lebih panjang dan sangat tergantung katalis eksternal seperti rebalancing MSCI dan pergerakan harga batu bara dunia.





