Copyright 2025 © GM Academy
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Pembuatan Website Sekolah
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Optimasi SEO untuk UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing UMKM
Jasa Press Release Media Online
Pelatihan Digital Marketing di Sekolah
Program Magang Digital Marketing SMK dan Mahasiswa
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
Jasa Optimasi Digital Marketing
Jasa Optimasi Digital Marketing

Saham BUMI Berpotensi Naik ke Rp174, Kata BNI Sekuritas

BNI Sekuritas pasang target dekat Rp171-174 untuk saham BUMI usai net buy asing Rp27,27 miliar dan kenaikan 12,7% sepekan.
Jasa Pembuatan Website
Grafik saham melonjak naik tajam. Sumber: stie stekom
Grafik saham melonjak naik tajam. Sumber: stie stekom

UMKM Go Digital - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berpotensi melanjutkan penguatan menuju level Rp171–Rp174 dalam waktu dekat, menurut catatan riset Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman untuk perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.

Kenaikan ini didorong oleh minat beli investor asing yang tercatat net buy sebesar Rp27,27 miliar pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, ditambah momentum teknikal yang masih positif setelah saham ini naik 12,7% dalam sepekan terakhir dan 3,7% dalam sebulan terakhir.

Meski demikian, saham BUMI tetap tergolong berisiko tinggi karena secara year-to-date harganya masih terkoreksi 54,1%, sehingga soal potensi menembus level psikologis Rp1.000.

Klaim tersebut baru sebatas skenario agresif jangka panjang dari sebagian analis dan sangat bergantung pada sentimen komoditas global bukan proyeksi jangka pendek yang pasti terjadi.

 

Rekomendasi Teknikal BNI Sekuritas

Dalam catatannya, BNI Sekuritas menyebut saham BUMI memiliki area support di rentang Rp167-Rp168.

Berdasarkan analisis tersebut, tim riset merekomendasikan "BUMI spec buy dengan area beli di 167-168, cutloss di bawah 165", dengan target dekat di kisaran Rp171-174.

Rekomendasi ini keluar setelah saham BUMI ditutup stagnan di level Rp168 pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Arus masuk dana asing menjadi salah satu indikator utama yang memperkuat sentimen positif ini.

Data dari Stockbit yang dikutip BNI Sekuritas menunjukkan aksi beli bersih asing yang signifikan dalam sehari perdagangan, menandakan ada pihak institusional yang mulai kembali melirik saham emiten tambang batu bara ini di tengah tren harga komoditas global yang berfluktuasi.

 

Target Harga Bervariasi Antar-Analis

Perlu dicatat, target harga Rp171-174 dari BNI Sekuritas bersifat jangka pendek (short-term trading target), berbeda dengan proyeksi sejumlah sekuritas lain yang memasang target lebih agresif untuk horizon lebih panjang.

Pada Juni 2026, misalnya, Samuel Sekuritas merekomendasikan beli saham BUMI dengan target harga Rp300, dengan alasan utama dukungan fundamental pendapatan dalam mata uang dolar AS.

Target tersebut mencerminkan potensi upside yang cukup besar dari posisi harga saat rekomendasi diterbitkan.

Ada pula proyeksi yang lebih spekulatif terkait potensi rebalancing indeks MSCI.

Sejumlah analis pasar sempat menyebut potensi rebalancing MSCI dapat menjadi katalis positif bagi saham BUMI, dengan proyeksi harga konservatif di kisaran Rp600–Rp800, hingga target agresif di area Rp1.000 pada 2026.

Skenario ini terkait dengan proses restrukturisasi kepemilikan saham BUMI untuk memenuhi syarat masuk indeks MSCI, khususnya menjelang periode peninjauan.

Sementara itu, data konsensus dari platform Investing.com per pertengahan Juli 2026 mencatat rata-rata target harga 12 bulan untuk BUMI berada di level 308 rupiah, dengan rekomendasi keseluruhan strong buy dari analis yang memantau saham ini.

Perbedaan angka target antar-lembaga ini wajar terjadi karena metodologi penilaian, horizon waktu, dan asumsi fundamental yang digunakan tiap sekuritas berbeda-beda.

Papan nama Bumi Resources. Sumber: Suara.com
Papan nama Bumi Resources. Sumber: Suara.com

Konteks Sektor dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

Pergerakan saham BUMI tidak lepas dari dinamika sektor pertambangan batu bara secara umum.

Beberapa faktor yang disebut mendukung sentimen positif jangka menengah antara lain kepastian regulasi royalti, optimalisasi skema gross split, serta proses transisi struktural sektor tambang menuju skema Danantara Sumberdaya Indonesia yang ditargetkan rampung akhir 2026.

Namun demikian, investor perlu tetap mewaspadai volatilitas tinggi yang melekat pada saham ini.

Koreksi tajam year-to-date sebesar 54,1% menunjukkan bahwa saham BUMI masih rentan terhadap sentimen negatif, baik dari pergerakan harga komoditas global maupun aksi ambil untung investor jangka pendek.

Level cutloss yang disarankan analis di bawah Rp165 menjadi acuan penting bagi trader yang ingin mengikuti rekomendasi spec buy ini.

 

Yang Perlu Dicermati Investor

Secara ringkas, saham BUMI memiliki peluang teknikal jangka pendek menuju Rp171-174 berdasarkan analisis BNI Sekuritas, didukung aliran net buy asing dan tren kenaikan mingguan.

Namun, klaim bahwa saham ini "aman" atau pasti bisa menembus Rp1.000 tidak didukung data pasti proyeksi tersebut hanya skenario opsional dari sebagian analis untuk horizon lebih panjang dan sangat tergantung katalis eksternal seperti rebalancing MSCI dan pergerakan harga batu bara dunia.

Jasa Pembuatan Website
Jasa Press Release Media Online
Jasa Pembuatan Website UMKM
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
PixxelPro Digital ID