Copyright 2025 © GM Academy
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Pembuatan Website Sekolah
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Optimasi SEO untuk UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing UMKM
Jasa Press Release Media Online
Pelatihan Digital Marketing di Sekolah
Program Magang Digital Marketing SMK dan Mahasiswa
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
Jasa Optimasi Digital Marketing
Jasa Optimasi Digital Marketing

Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg Resmi Turun Mulai 14 Juli 2026

Pertamina turunkan harga Bright Gas 12 kg jadi Rp220.000 dan 5,5 kg jadi Rp103.000 mulai 14 Juli 2026. Simak rincian lengkapnya di sini.
Jasa Pembuatan Website
Tabung Bright Gas 5,5 kg. Sumber: pontas.id
Tabung Bright Gas 5,5 kg. Sumber: pontas.id

UMKM Go Digital - Harga Bright Gas 12 kilogram (kg) resmi turun menjadi Rp220.000 per tabung, sementara Bright Gas 5,5 kg kini dibanderol Rp103.000 per tabung, berlaku efektif mulai 14 Juli 2026 di wilayah Pulau Jawa.

Bright Gas sendiri adalah produk LPG nonsubsidi milik Pertamina yang menggunakan tabung berwarna pink, berbeda dengan LPG 3 kg bersubsidi yang tabungnya berwarna hijau dan harganya diatur pemerintah untuk masyarakat kurang mampu.

Penurunan harga ini diumumkan langsung oleh Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari evaluasi berkala perusahaan terhadap dinamika pasar LPG nonsubsidi.

PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi penyesuaian harga tersebut melalui keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga Bright Gas dilakukan melalui evaluasi berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi pasar, serta tetap mengacu pada mekanisme yang berlaku.

Secara rinci, harga Bright Gas 12 kg turun dari sebelumnya Rp228.000 per tabung menjadi Rp220.000 per tabung, atau berkurang Rp8.000 per tabung.

Sementara itu, Bright Gas kemasan 5,5 kg turun dari Rp107.000 per tabung menjadi Rp103.000 per tabung, atau berkurang Rp4.000 per tabung.

Kitty menegaskan bahwa harga tersebut merupakan Harga Jual Agen untuk wilayah Pulau Jawa, sehingga harga di daerah lain berpotensi berbeda menyesuaikan ketentuan yang berlaku di masing-masing wilayah.

Menurut Kitty, langkah penurunan harga ini diambil untuk menghadirkan produk LPG nonsubsidi yang lebih kompetitif bagi masyarakat, tanpa mengorbankan kualitas produk.

Ia menyebut Pertamina Patra Niaga terus memastikan kualitas Bright Gas tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menikmati LPG yang aman, praktis, dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Kebijakan ini disambut positif oleh sejumlah kalangan, terutama pelaku usaha kuliner skala kecil dan menengah yang selama ini mengandalkan Bright Gas sebagai bahan bakar utama untuk memasak.

Bagi pelaku UMKM kuliner, penurunan harga sekitar Rp4.000 hingga Rp8.000 per tabung memang terlihat kecil, namun jika penggunaan tabung berlangsung rutin setiap minggu, akumulasi penghematannya dapat cukup terasa dalam operasional bulanan, terutama bagi usaha yang mengandalkan margin tipis seperti warung makan, gerai gorengan, dan kedai kopi rumahan.

Penurunan harga kali ini juga menarik perhatian karena harga LPG nonsubsidi sempat mengalami tren kenaikan pada awal tahun.

Sebelumnya, sejumlah produk LPG nonsubsidi tercatat mengalami penyesuaian naik pada April 2026, sehingga penurunan harga Bright Gas pada Juli 2026 ini menjadi angin segar bagi konsumen setelah beberapa bulan harga cenderung lebih mahal.

Pertamina menegaskan bahwa naik-turunnya harga LPG nonsubsidi memang lumrah terjadi karena mengikuti mekanisme pasar, berbeda dengan LPG bersubsidi 3 kg yang harganya diatur dan relatif tetap.

Meski sudah diumumkan berlaku sejak 14 Juli 2026, penyesuaian harga di lapangan belum sepenuhnya merata.

Pantauan di aplikasi MyPertamina menunjukkan harga isi ulang Bright Gas pada sejumlah wilayah masih menampilkan angka lama, yakni Rp248.000 untuk tabung 12 kg dan Rp107.000 untuk tabung 5,5 kg.

Belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab selisih antara harga yang diumumkan dan harga yang tertera di aplikasi tersebut, namun kemungkinan hal ini disebabkan oleh proses pembaruan sistem yang belum rampung di seluruh titik penjualan.

Perbedaan harga antara satu daerah dengan daerah lain memang wajar terjadi pada produk LPG nonsubsidi seperti Bright Gas.

Tabung gas LPG hijau, pink, dan biru. Sumber: Lebak
Tabung gas LPG hijau, pink, dan biru. Sumber: Lebak

Berbeda dengan LPG 3 kg bersubsidi yang harganya ditetapkan pemerintah dan relatif seragam karena menyasar masyarakat tidak mampu, harga Bright Gas mengikuti mekanisme pasar sehingga bisa berbeda antarwilayah, tergantung biaya distribusi dan kondisi pasar setempat.

Karena itu, konsumen di luar Pulau Jawa disarankan untuk mengecek langsung harga terbaru ke agen atau pangkalan resmi di wilayah masing-masing.

Pertamina Patra Niaga turut mengimbau masyarakat untuk selalu membeli Bright Gas melalui agen dan pangkalan resmi guna memastikan produk yang diterima aman dan terjamin kualitasnya.

Konsumen juga diminta untuk rutin memeriksa kondisi tabung sebelum digunakan, termasuk memastikan tidak ada kebocoran pada regulator maupun selang, demi keamanan bersama saat menggunakan LPG di rumah.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui detail harga Bright Gas di wilayah masing-masing, Pertamina Patra Niaga menyediakan sejumlah kanal informasi resmi.

Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution di nomor 135, atau memantau informasi terbaru melalui akun media sosial resmi @pertaminapatraniaga dan @pertamina135.

Pertamina menyatakan pihaknya akan terus memantau dinamika pasar LPG nonsubsidi dan melakukan evaluasi harga secara berkala ke depannya.

Sebagai catatan, banyak masyarakat kerap keliru menyamakan Bright Gas dengan LPG 3 kg bersubsidi. Padahal keduanya adalah produk yang berbeda.

LPG 3 kg bersubsidi, yang dikenal dengan sebutan "gas melon" karena tabungnya berwarna hijau, diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro yang terdaftar sebagai penerima subsidi, dengan harga yang ditetapkan dan diawasi pemerintah.

Sementara itu, Bright Gas merupakan LPG nonsubsidi yang dijual bebas dengan harga mengikuti mekanisme pasar, tersedia dalam kemasan 5,5 kg, 12 kg, dan 22 kg, serta menyasar segmen rumah tangga menengah ke atas maupun pelaku usaha yang membutuhkan pasokan gas dalam jumlah lebih besar dan stabil.

Dengan adanya penurunan harga ini, Pertamina berharap dapat menjaga daya saing Bright Gas di tengah persaingan pasar LPG nonsubsidi, sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha yang menggunakan produk tersebut untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Masyarakat yang hendak membeli Bright Gas disarankan untuk mengecek harga terbaru langsung ke agen atau pangkalan resmi terdekat, mengingat proses pembaruan harga di beberapa kanal digital seperti aplikasi MyPertamina masih berlangsung bertahap.

Jasa Pembuatan Website
Jasa Press Release Media Online
Jasa Pembuatan Website UMKM
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
PixxelPro Digital ID