![]() |
| Antrean mobil di SPBU Pertamina. Sumber: Moladin |
UMKM Go
Digital - Harga BBM Pertamina per 20 Juli 2026 di
Malang dan seluruh wilayah Jawa Timur tidak mengalami kenaikan, dengan Pertamax
RON 92 masih dijual Rp16.250 per liter untuk wilayah Jakarta, Banten,
Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Pertamina justru sudah menurunkan tiga produk nonsubsidi
lain, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sejak awal bulan ini.
Hingga Senin (20/7/2026), belum ada pengumuman penyesuaian
harga baru sehingga seluruh tarif BBM di Malang Raya masih mengacu pada daftar
yang berlaku sejak 1 Juli 2026.
Daftar Lengkap Harga BBM di Malang Raya
Berdasarkan data resmi Pertamina Patra Niaga, berikut
harga BBM yang berlaku di Malang dan sekitarnya per hari ini:
- Pertalite:
Rp10.000 per liter
- Biosolar:
Rp6.800 per liter
- Pertamax:
Rp16.250 per liter
- Pertamax
Green 95: Rp17.000 per liter
- Pertamax
Turbo: Rp19.300 per liter
- Dexlite:
Rp19.700 per liter
- Pertamina
Dex: Rp21.150 per liter
Harga tersebut berlaku sama di DKI Jakarta, Banten, Jawa
Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan
Nusa Tenggara Timur, sehingga masyarakat Malang membayar tarif yang identik
dengan konsumen di Pulau Jawa lainnya.
Tiga Produk yang Turun Sejak 1 Juli
Penurunan harga paling signifikan terjadi pada tiga produk
nonsubsidi. Harga Pertamax Turbo turun sebesar Rp1.450 menjadi Rp19.300 per
liter, dari sebelumnya Rp20.750.
Sementara itu, harga Pertamina Dex turun Rp3.650 dari
Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter, dan Dexlite ikut melemah dari
Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter, atau turun Rp3.300.
Penyesuaian ini resmi berlaku sejak Pertamina Patra Niaga
menurunkan harga BBM sejak 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB.
Sampai pekan ketiga Juli, belum ada perubahan tarif lanjutan
untuk seluruh produk BBM Pertamina, termasuk di wilayah Jawa Timur.
![]() |
| Truk tangki merah di SPBU Pertamina. Sumber: RRI |
Kenapa Harga Disesuaikan?
Pertamina mengungkapkan bahwa penyesuaian harga bukanlah
keputusan yang diambil secara sepihak, melainkan merupakan hasil dari evaluasi
yang dilakukan secara berkala.
Penyesuaian harga mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti
pergerakan harga minyak mentah dunia, kondisi fiskal nasional, serta daya beli
masyarakat.
Faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut
memengaruhi biaya impor minyak mentah dan produk turunannya, yang pada akhirnya
berdampak pada harga jual di dalam negeri.
Sementara itu, Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak ikut
turun karena kedua produk ini baru saja mengalami kenaikan pada pertengahan
tahun.
Harga Pertamax nonsubsidi resmi disesuaikan naik per 10 Juni
2026 dan masih berlaku hingga Juli 2026, sehingga Pertamina menahan harga kedua
produk tersebut sambil terus memantau perkembangan pasar global sebelum
melakukan penyesuaian lanjutan.
BBM Subsidi Tetap Stabil
Bagi pengguna BBM bersubsidi, tidak ada perubahan yang perlu
dikhawatirkan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800
per liter di seluruh Indonesia, termasuk Malang.
Kestabilan ini penting bagi masyarakat menengah ke bawah,
termasuk pelaku usaha kecil dan pengendara harian, karena beban biaya
transportasi tidak ikut naik meski beberapa produk nonsubsidi sempat mengalami
fluktuasi sejak Juni lalu.
Kenapa Harga Bisa Beda Antarwilayah
Meski harga di Malang mengikuti tarif zona Jawa-Bali-Nusa
Tenggara, penting dipahami bahwa harga BBM Pertamina tidak seragam di seluruh
Indonesia.
Perbedaan tarif dipengaruhi oleh biaya distribusi, kondisi
geografis, besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), hingga
kebijakan khusus di kawasan tertentu seperti Free Trade Zone.
Sebagai gambaran, harga Pertamax di Sumatera Barat dan Riau
bisa mencapai Rp17.000 per liter, lebih tinggi dibanding Rp16.250 di Malang.
Bagi wisatawan, pelaku usaha pariwisata, dan tour operator
yang beroperasi di kawasan Malang Raya, stabilnya harga BBM sejak awal Juli ini
memberi kepastian dalam menghitung biaya operasional kendaraan wisata maupun
transportasi tamu, setidaknya hingga ada pengumuman resmi berikutnya dari Pertamina
Patra Niaga.
Masyarakat disarankan tetap memantau kanal resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina untuk memastikan harga terbaru sebelum mengisi BBM, mengingat penyesuaian harga nonsubsidi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika harga minyak dunia.





