Copyright 2025 © GM Academy
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Pembuatan Website Sekolah
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Optimasi SEO untuk UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing UMKM
Jasa Press Release Media Online
Pelatihan Digital Marketing di Sekolah
Program Magang Digital Marketing SMK dan Mahasiswa
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
Jasa Optimasi Digital Marketing
Jasa Optimasi Digital Marketing

Saham RANS Raffi Ahmad Mulai Ditawarkan, Cek Harganya

RANS Entertainment milik Raffi Ahmad buka book building IPO 23-25 Juni 2026, harga Rp135-Rp170/saham, target dana Rp429,25 miliar.
Jasa Pembuatan Website
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Sumber: Digination.ID
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Sumber: Digination.ID

UMKM Go Digital - RANS Entertainment, perusahaan media dan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, resmi memulai masa penawaran awal atau book building saham pada Selasa, 23 Juni 2026.

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk menetapkan rentang harga penawaran awal sebesar Rp135 hingga Rp170 per saham, dengan target dana segar maksimal Rp429,25 miliar dari publik.

Perusahaan berkode ticker RANS ini menargetkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026.

Dalam aksi korporasi ini, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru, setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan harga bawah Rp135 per saham, kapitalisasi pasar perseroan diproyeksikan mencapai Rp1,70 triliun.

Sementara jika menggunakan harga tertinggi Rp170 per saham, valuasi pasar RANS bisa menembus Rp2,14 triliun.

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek sekaligus administrator penawaran dalam IPO ini.

Masa book building berlangsung selama tiga hari, yakni 23–25 Juni 2026, untuk menjaring minat awal calon investor sebelum harga final ditetapkan.

Setelah proses tersebut, perseroan menjadwalkan penawaran umum saham kepada publik pada 2–8 Juli 2026, diikuti penjatahan pada 8 Juli, distribusi saham elektronik pada 9 Juli, dan pencatatan resmi di BEI pada 10 Juli 2026.

 

Untuk Apa Dana IPO Digunakan

RANS merinci alokasi dana hasil IPO dalam prospektus ringkasnya. Porsi terbesar, sekitar 37,61% dana, akan dipakai untuk belanja operasional penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.

Selanjutnya, sekitar 19,80% dana dialokasikan untuk ekspansi usaha lewat akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia atau Slavina.

Sebanyak 18,64% dana akan digunakan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif bernama "Cipungland".

Perseroan juga mengalokasikan 8,15% dana untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Global Teknologi guna mengembangkan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sisanya, 6,98% dana dipakai untuk pelunasan dipercepat pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, sementara sisa dana lainnya disetorkan ke entitas anak, RNS, untuk mendukung pengembangan usaha utama.

 

Kinerja Keuangan: Laba Turun, Margin Justru Naik

Dari sisi kinerja keuangan, laba tahun berjalan RANS dan entitas anak tercatat turun 41,60% menjadi Rp56,69 miliar pada 2025, dari sebelumnya Rp97,07 miliar pada 2024.

Manajemen mengungkapkan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh laba dari pelepasan entitas anak yang mencapai Rp44,94 miliar pada tahun 2024, yang bersifat tidak berulang atau non-recurring, sehingga dasar perbandingannya tidak setara.

Pendapatan perseroan juga turun 13,91% menjadi Rp353,38 miliar pada 2025, dibandingkan Rp410,50 miliar pada 2024.

Penurunan paling signifikan berasal dari segmen duta merek dan manajemen talenta yang mengalami penurunan sebesar 51,55% menjadi Rp51,93 miliar, turun dari Rp107,18 miliar.

Manajemen menyebut sebagian penurunan ini bersifat non-recurring karena hilangnya kontribusi pendapatan dari salah satu entitas anak.

Kabar baiknya, RANS berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 20,14% menjadi Rp200,66 miliar, sehingga margin laba bruto perusahaan justru naik dari 38,79% pada 2024 menjadi 43,21% pada 2025.

Sebagai bentuk komitmen kepada calon investor publik, RANS juga berencana membagikan dividen tunai maksimal 35% dari laba bersih mulai tahun buku 2026, dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan dan persetujuan rapat umum pemegang saham.

Raffi Ahmad menggunakan kemeja batik dan berkacamata. Sumber: Bisnis.com
Raffi Ahmad menggunakan kemeja batik dan berkacamata. Sumber: Bisnis.com

Siapa di Balik Saham RANS

Berdasarkan prospektus IPO ringkas, Raffi Ahmad tercatat sebagai pemegang saham pengendali RANS dengan kepemilikan 78,68% sebelum penawaran umum.

Sejumlah nama dengan latar belakang berbeda juga tercatat berada di balik perusahaan ini, mulai dari pejabat pengelola BUMN, eksekutif industri media, hingga Kaesang Pangarep yang menjabat sebagai komisaris sejak 2021.

Secara struktural, RANS dipimpin Nagita Slavina sebagai CEO dan founder, Raffi Ahmad sebagai founder, serta Sutanto Hartono sebagai executive chairman.

RANS sendiri dikategorikan dalam sektor consumer cyclicals dengan subsektor entertainment and movie production.

Perseroan menjalankan bisnis media dan hiburan, pengelolaan kekayaan intelektual (IP), penyelenggaraan acara, serta investasi melalui perusahaan induk.

Model bisnis ini dibangun sebagai platform hiburan berbasis IP dan distribusi audiens, di mana setiap lini usaha mulai dari agensi kreatif, manajemen talenta, animasi, musik, hingga F&B dirancang saling melengkapi untuk memperkuat ekosistem secara keseluruhan.

 

 

Perjalanan Panjang Menuju Lantai Bursa

Rencana IPO RANS sebenarnya sudah digadang-gadang sejak 2023, ketika Raffi Ahmad pertama kali mengklaim valuasi bisnisnya telah menyentuh angka Rp3 triliun.

Pada masa itu, RANS sempat menjajaki kerja sama dengan investor strategis seperti Surya Citra Media (SCMA) yang menukar pendanaan dengan kepemilikan 17% saham RANS.

Wacana ini kembali mencuat pada Mei 2026 setelah pejabat Bursa Efek Indonesia memberi sinyal adanya perusahaan dari sektor industri kreatif yang masuk dalam pipeline pencatatan saham.

Perseroan yang awalnya bernama PT RNR Film Internasional ini berganti nama menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia pada 7 Juli 2021, dan mulai beroperasi secara komersial sejak 2018.

Saat ini, kantor pusat RANS berlokasi di RANS Office Building, kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten.

Bagi calon investor, sejumlah analis pasar modal sebelumnya mengingatkan agar tidak hanya melihat klaim valuasi semata, melainkan mencermati prospektus secara menyeluruh termasuk nilai aset, ekuitas, pendapatan, dan laba bersih Perusahaan sebelum memutuskan untuk berpartisipasi dalam penawaran saham RANS.

 

Disclaimer : Artikel ini akan diperbarui seiring perkembangan proses IPO RANS Entertainment, termasuk hasil penetapan harga final dan realisasi pencatatan saham di BEI.

Jasa Pembuatan Website
Jasa Press Release Media Online
Jasa Pembuatan Website UMKM
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
PixxelPro Digital ID