![]() |
| Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Sumber: Digination.ID |
UMKM Go
Digital - RANS Entertainment, perusahaan media dan
hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, resmi memulai masa
penawaran awal atau book building saham pada Selasa, 23 Juni 2026.
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk menetapkan rentang
harga penawaran awal sebesar Rp135 hingga Rp170 per saham, dengan target dana
segar maksimal Rp429,25 miliar dari publik.
Perusahaan berkode ticker RANS ini menargetkan
pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026.
Dalam aksi korporasi ini, RANS menawarkan
sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru, setara 20,02% dari modal
ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dengan harga bawah Rp135 per saham, kapitalisasi pasar
perseroan diproyeksikan mencapai Rp1,70 triliun.
Sementara jika menggunakan harga tertinggi Rp170 per saham,
valuasi pasar RANS bisa menembus Rp2,14 triliun.
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk ditunjuk sebagai
penjamin pelaksana emisi efek sekaligus administrator penawaran dalam IPO ini.
Masa book building berlangsung selama tiga hari, yakni 23–25
Juni 2026, untuk menjaring minat awal calon investor sebelum harga final
ditetapkan.
Setelah proses tersebut, perseroan menjadwalkan penawaran
umum saham kepada publik pada 2–8 Juli 2026, diikuti penjatahan pada 8 Juli,
distribusi saham elektronik pada 9 Juli, dan pencatatan resmi di BEI pada 10
Juli 2026.
Untuk Apa Dana IPO Digunakan
RANS merinci alokasi dana hasil IPO dalam prospektus
ringkasnya. Porsi terbesar, sekitar 37,61% dana, akan dipakai untuk belanja
operasional penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun
internasional di berbagai kota di Indonesia.
Selanjutnya, sekitar 19,80% dana dialokasikan untuk ekspansi
usaha lewat akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia atau Slavina.
Sebanyak 18,64% dana akan digunakan untuk belanja modal
pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif bernama "Cipungland".
Perseroan juga mengalokasikan 8,15% dana untuk membentuk
entitas usaha baru bersama PT Global Teknologi guna mengembangkan bisnis
berbasis kecerdasan buatan (AI).
Sisanya, 6,98% dana dipakai untuk pelunasan dipercepat pokok
utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, sementara sisa dana
lainnya disetorkan ke entitas anak, RNS, untuk mendukung pengembangan usaha
utama.
Kinerja Keuangan: Laba Turun, Margin Justru Naik
Dari sisi kinerja keuangan, laba tahun berjalan RANS dan
entitas anak tercatat turun 41,60% menjadi Rp56,69 miliar pada 2025, dari
sebelumnya Rp97,07 miliar pada 2024.
Manajemen mengungkapkan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh
laba dari pelepasan entitas anak yang mencapai Rp44,94 miliar pada tahun 2024,
yang bersifat tidak berulang atau non-recurring, sehingga dasar perbandingannya
tidak setara.
Pendapatan perseroan juga turun 13,91% menjadi Rp353,38
miliar pada 2025, dibandingkan Rp410,50 miliar pada 2024.
Penurunan paling signifikan berasal dari segmen duta merek
dan manajemen talenta yang mengalami penurunan sebesar 51,55% menjadi Rp51,93
miliar, turun dari Rp107,18 miliar.
Manajemen menyebut sebagian penurunan ini bersifat
non-recurring karena hilangnya kontribusi pendapatan dari salah satu entitas
anak.
Kabar baiknya, RANS berhasil menekan beban pokok pendapatan
sebesar 20,14% menjadi Rp200,66 miliar, sehingga margin laba bruto perusahaan
justru naik dari 38,79% pada 2024 menjadi 43,21% pada 2025.
Sebagai bentuk komitmen kepada calon investor publik, RANS
juga berencana membagikan dividen tunai maksimal 35% dari laba bersih mulai
tahun buku 2026, dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan dan persetujuan
rapat umum pemegang saham.
![]() |
| Raffi Ahmad menggunakan kemeja batik dan berkacamata. Sumber: Bisnis.com |
Siapa di Balik Saham RANS
Berdasarkan prospektus IPO ringkas, Raffi Ahmad
tercatat sebagai pemegang saham pengendali RANS dengan kepemilikan 78,68%
sebelum penawaran umum.
Sejumlah nama dengan latar belakang berbeda juga tercatat
berada di balik perusahaan ini, mulai dari pejabat pengelola BUMN, eksekutif
industri media, hingga Kaesang Pangarep yang menjabat sebagai komisaris sejak
2021.
Secara struktural, RANS dipimpin Nagita Slavina
sebagai CEO dan founder, Raffi Ahmad sebagai founder, serta Sutanto
Hartono sebagai executive chairman.
RANS sendiri dikategorikan dalam sektor consumer cyclicals
dengan subsektor entertainment and movie production.
Perseroan menjalankan bisnis media dan hiburan, pengelolaan
kekayaan intelektual (IP), penyelenggaraan acara, serta investasi melalui
perusahaan induk.
Model bisnis ini dibangun sebagai platform hiburan berbasis
IP dan distribusi audiens, di mana setiap lini usaha mulai dari agensi kreatif,
manajemen talenta, animasi, musik, hingga F&B dirancang saling melengkapi
untuk memperkuat ekosistem secara keseluruhan.
Perjalanan Panjang Menuju Lantai Bursa
Rencana IPO RANS sebenarnya sudah digadang-gadang sejak
2023, ketika Raffi Ahmad pertama kali mengklaim valuasi bisnisnya telah
menyentuh angka Rp3 triliun.
Pada masa itu, RANS sempat menjajaki kerja sama dengan
investor strategis seperti Surya Citra Media (SCMA) yang menukar
pendanaan dengan kepemilikan 17% saham RANS.
Wacana ini kembali mencuat pada Mei 2026 setelah pejabat Bursa
Efek Indonesia memberi sinyal adanya perusahaan dari sektor industri
kreatif yang masuk dalam pipeline pencatatan saham.
Perseroan yang awalnya bernama PT RNR Film Internasional
ini berganti nama menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia pada 7 Juli
2021, dan mulai beroperasi secara komersial sejak 2018.
Saat ini, kantor pusat RANS berlokasi di RANS Office
Building, kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan,
Banten.
Bagi calon investor, sejumlah analis pasar modal sebelumnya
mengingatkan agar tidak hanya melihat klaim valuasi semata, melainkan
mencermati prospektus secara menyeluruh termasuk nilai aset, ekuitas,
pendapatan, dan laba bersih Perusahaan sebelum memutuskan untuk berpartisipasi
dalam penawaran saham RANS.
Disclaimer : Artikel ini akan diperbarui seiring perkembangan proses IPO RANS Entertainment, termasuk hasil penetapan harga final dan realisasi pencatatan saham di BEI.




