Copyright 2025 © GM Academy
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Pembuatan Website Sekolah
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Optimasi SEO untuk UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing UMKM
Jasa Press Release Media Online
Pelatihan Digital Marketing di Sekolah
Program Magang Digital Marketing SMK dan Mahasiswa
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
Jasa Optimasi Digital Marketing
Jasa Optimasi Digital Marketing

IHSG Pagi Ini Berbalik Menguat ke 5.900 usai Anjlok 3,56%

IHSG dibuka melemah lalu berbalik naik ke 5.900 pada Kamis pagi, sehari usai ambruk 3,56% akibat hasil MSCI Review. Simak analisis lengkapnya.
Jasa Pembuatan Website
Pantulan layar pergerakan IHSG anjlok pada kacamata. Sumber: Katadata
Pantulan layar pergerakan IHSG anjlok pada kacamata. Sumber: Katadata

UMKM Go Digital - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat ke level 5.902 pada Kamis pagi, 25 Juni 2026, setelah sempat dibuka melemah 0,22% ke posisi 5.871.

Penguatan ini terjadi hanya sehari setelah IHSG ambruk 3,56% ke 5.883,88 pada penutupan Rabu (24/6/2026), akibat sentimen negatif dari hasil MSCI Annual Market Classification Review.

Pada pukul 09.02 WIB, indeks LQ45 turut melonjak 0,54% ke level 581, dengan saham Barito Pacific (BRPT), Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) memimpin penguatan pagi ini.

Mengutip data RTI, BRPT mencatat kenaikan 2,97%, disusul AMRT yang menguat 1,81% dan CUAN yang naik 1,44%.

Rebound ini terjadi di tengah sebagian besar indeks acuan yang justru menghijau pada pembukaan perdagangan Kamis, berbalik dari posisi negatif IHSG di awal sesi.

Pergerakan ini menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai mencerna ulang sentimen negatif yang membebani indeks sehari sebelumnya.

Pelemahan tajam IHSG pada Rabu dipicu oleh pengumuman MSCI pada 24 Juni 2026 yang mempertahankan status Indonesia di kelompok Emerging Market, namun menyertakan peringatan bahwa sejumlah pelaku pasar global menyampaikan kekhawatiran mendalam atas kelayakan investasi di dalam negeri.

MSCI menegaskan akan terus mengevaluasi konsistensi implementasi kebijakan terkait, dan memberi sinyal bahwa jika tidak ada kemajuan memadai hingga evaluasi indeks November 2026, lembaga itu dapat membuka konsultasi untuk mereklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Potensi penurunan status tersebut menjadi perhatian investor karena dapat memicu keluarnya dana asing dari pasar saham domestik, mengingat banyak investor institusi global memiliki mandat investasi khusus pada negara berstatus Emerging Market.

Pada penutupan Rabu, IHSG melemah 217,45 poin dengan total nilai transaksi mencapai Rp15,05 triliun dan volume perdagangan 24,47 miliar saham, sementara sebanyak 646 saham memerah berbanding 103 saham yang menghijau.

Aksi jual bersih investor asing tercatat sebesar Rp1,17 triliun pada hari yang sama, dengan saham BBRI, TPIA, AMMN, BMRI, dan BUMI menjadi yang paling banyak dilepas.

Nilai tukar rupiah turut melemah ke kisaran Rp17.943 per dolar AS, menambah tekanan pada sentimen pasar domestik.

Tiga perempuan melihat layar saham. Sumber: Bloomberg Technoz
Tiga perempuan melihat layar saham. Sumber: Bloomberg Technoz

Sejumlah analis memperkirakan tekanan jual masih dapat berlanjut dalam jangka pendek meski pasar sempat rebound pagi ini.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut posisi IHSG saat ini berada dalam pola wave (b) dari wave [iv], dengan potensi pengujian area 5.723–5.847 sebelum berpeluang menguat kembali ke rentang 6.548–6.782, didukung level support di 5.784 dan 5.594 serta resistance di 6.286 dan 6.459.

Sementara itu, Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana, memproyeksikan support di kisaran 5.845–5.750 dan resistance di 6.010–6.070.

BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya menyebut IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 5.740–5.650, dengan resistance terdekat di 6.000–6.100.

MSCI Annual Market Classification Review sendiri merupakan evaluasi tahunan yang menentukan apakah suatu negara tetap berada di kategori pasar tertentu, seperti Emerging Market, Frontier Market, atau Developed Market, berdasarkan sejumlah kriteria seperti ukuran ekonomi, likuiditas pasar, dan kemudahan akses bagi investor asing.

Status klasifikasi ini memiliki dampak nyata bagi pasar saham suatu negara karena banyak dana investasi global, termasuk reksa dana indeks dan exchange-traded fund (ETF), menyesuaikan portofolionya berdasarkan kategori yang ditetapkan MSCI.

Jika Indonesia benar-benar diturunkan ke status Frontier Market pada evaluasi November 2026, sejumlah dana institusi besar yang khusus mengalokasikan investasi ke negara-negara Emerging Market dapat menarik dananya dari Bursa Efek Indonesia (BEI), yang berpotensi menekan IHSG lebih dalam dalam jangka menengah.

Fokus pasar hari ini juga tertuju pada pergerakan rupiah, arus dana asing, serta rilis data inflasi Core PCE Amerika Serikat yang akan menjadi acuan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Sebagai gambaran, bursa Wall Street semalam ditutup bervariasi, dengan Dow Jones Industrial Average menguat 0,35% ke 51.848,9, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melemah 0,098% dan 0,43%.

Kondisi pasar global yang masih dibayangi ketidakpastian ini turut menjadi salah satu pertimbangan bagi pelaku pasar domestik dalam menentukan strategi hari ini.

Di tengah ketidakpastian arah indeks, sejumlah sekuritas tetap memberikan rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini.

Herditya dari MNC Sekuritas memilih saham Barito Renewables Energy (BREN), Vale Indonesia (INCO), Merdeka Battery Materials (MBMA), dan Bakrie and Brothers (BNBR), sementara BNI Sekuritas merekomendasikan Mayora Indah (MYOR), Adaro Andalan Indonesia (AADI), Telkom Indonesia (TLKM), Kalbe Farma (KLBF), BFI Finance (BFIN), dan Unilever Indonesia (UNVR).

BRI Danareksa menambahkan pilihan saham SCMA, JSMR, dan SMIL untuk strategi trading jangka pendek.

 

Disclaimer : Berita ini bersifat informasional dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, dan disarankan untuk selalu melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.

Jasa Pembuatan Website
Jasa Press Release Media Online
Jasa Pembuatan Website UMKM
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
PixxelPro Digital ID