Copyright 2025 © GM Academy
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Pembuatan Website Sekolah
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Optimasi SEO untuk UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing UMKM
Jasa Press Release Media Online
Pelatihan Digital Marketing di Sekolah
Program Magang Digital Marketing SMK dan Mahasiswa
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
Jasa Optimasi Digital Marketing
Jasa Optimasi Digital Marketing

Harga BBM Subsidi Aman di Juli 2026, Pertamax Berpotensi Turun

Pemerintah pastikan Pertalite dan Biosolar tak naik hingga akhir 2026. Pertamina malah berencana turunkan harga BBM nonsubsidi mulai Juli.
Jasa Pembuatan Website
Petugas SPBU di samping pompa bensin. Sumber: BBC
Petugas SPBU di samping pompa bensin. Sumber: BBC

UMKM Go Digital - Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak akan naik pada Juli 2026, meski harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax sempat melonjak lebih dari 30 persen pada Juni lalu.

Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter di seluruh Indonesia, sesuai komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat hingga akhir tahun.

Bahkan, alih-alih naik, Pertamina justru berencana menurunkan harga BBM nonsubsidi secara bertahap mulai Juli 2026 menyusul tren pelemahan harga minyak dunia.

Kepastian ini datang langsung dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Wakil Menteri ESDM yaitu Yuliot menegaskan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi hingga akhir 2026, meski nilai tukar rupiah saat itu sempat menembus Rp17.877 per dolar AS.

Pemerintah juga memastikan stok Pertalite dan solar CN48 berada di atas batas minimal cadangan operasional nasional, yakni di atas 23 hari, sehingga tidak ada alasan teknis untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat.

Kepastian serupa juga disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, pertengahan Juni lalu.

Ia menegaskan harga Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan, di tengah penyesuaian harga yang justru terjadi pada BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95.

 

Kenapa Pertamax Naik Tapi Pertalite Tidak

Sejak 10 Juni 2026, Pertamina menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kenaikan ini setara lebih dari 30 persen, dipicu lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Israel-Iran yang pecah sejak akhir Februari 2026. Sementara itu, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak ikut berubah pada periode tersebut.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti formula resmi pemerintah lewat Kepmen ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Dua variabel utamanya adalah harga acuan Mean of Platts Singapore (MOPS) dan kurs dolar AS terhadap rupiah, yang dievaluasi setiap bulan.

Berbeda dengan mekanisme itu, harga BBM subsidi ditetapkan tetap oleh pemerintah sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat berpendapatan rendah, sehingga tidak otomatis mengikuti fluktuasi pasar internasional.

Hingga akhir Juni 2026, harga BBM nonsubsidi belum mengalami penyesuaian baru sejak 10 Juni.

Di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, harga Pertamax masih Rp16.250 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Pertamax Green 95 Rp17.000 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Harga di wilayah Sumatera dan Indonesia timur umumnya sedikit lebih tinggi karena faktor biaya distribusi.

Petugas mengisi bensin di SPBU. Sumber: Transportasi Media Indonesia
Petugas mengisi bensin di SPBU. Sumber: Transportasi Media Indonesia

Sinyal Penurunan Harga Mulai Juli

Justru berlawanan dengan dugaan banyak orang, tren harga BBM nonsubsidi pada Juli 2026 mengarah ke penurunan, bukan kenaikan.

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyatakan pada akhir Juni bahwa Dewan Komisaris telah memberikan masukan kepada jajaran Direksi untuk memproyeksikan penurunan harga secara bertahap mulai bulan depan, seiring tren pelemahan harga minyak mentah dunia.

Faktor pendorongnya adalah meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah setelah dibukanya kembali Selat Hormuz menyusul kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada akhir Juni 2026, harga minyak Brent berada di kisaran 73 dolar AS per barel dan WTI di sekitar 70 dolar AS per barel, jauh melandai dibandingkan saat konflik memuncak.

Praktisi migas Hadi Ismoyo menilai penurunan harga BBM nonsubsidi sangat mungkin terjadi apabila tren harga minyak dunia bertahan di level tersebut, karena harga BBM nonsubsidi memang berbanding lurus dengan harga minyak mentah internasional.

 

Apa Saja Jenis BBM Nonsubsidi Pertamina

BBM nonsubsidi adalah jenis bahan bakar yang harganya mengikuti mekanisme pasar dan tidak ditanggung pemerintah.

Saat ini Pertamina memasarkan lima jenis utama: Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95 (RON 95), Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite, dan Pertamina Dex untuk kategori diesel.

Kelimanya kerap menjadi pilihan pengguna kendaraan pribadi kelas menengah ke atas serta kendaraan dengan spesifikasi mesin yang mensyaratkan oktan atau cetane number lebih tinggi.

Sebagai perbandingan, BBM subsidi hanya terdiri dari dua jenis, yakni Pertalite (RON 90) untuk kendaraan roda dua dan roda empat umum, serta Biosolar (CN 48) yang banyak dipakai kendaraan niaga dan truk logistik.

Pemerintah juga tengah menyiapkan peluncuran Biodiesel B50 mulai Juli 2026 sebagai bagian dari upaya mengurangi impor solar dan menekan emisi karbon, meski jenis ini belum masuk kategori subsidi.

Bagi masyarakat yang ingin memantau pergerakan harga BBM terkini, Pertamina menyediakan informasi resmi melalui aplikasi MyPertamina serta kanal resmi Pertamina Patra Niaga, yang memperbarui daftar harga setiap awal bulan atau saat ada penyesuaian khusus.

Jasa Pembuatan Website
Jasa Press Release Media Online
Jasa Pembuatan Website UMKM
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
PixxelPro Digital ID