Copyright 2025 © GM Academy
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Pembuatan Website Sekolah
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Optimasi SEO untuk UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing UMKM
Jasa Press Release Media Online
Pelatihan Digital Marketing di Sekolah
Program Magang Digital Marketing SMK dan Mahasiswa
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
Jasa Optimasi Digital Marketing
Jasa Optimasi Digital Marketing

Mobil di Atas 1400 cc Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026

Isu larangan Pertalite untuk mobil di atas 1400 cc viral. Pertamina buka suara, belum ada aturan resmi. Cek daftar mobil terdampak di sini.
Jasa Pembuatan Website
Petugas SPBU Pertamina mengisi BBM mobil. Sumber: Bangkapos
Petugas SPBU Pertamina mengisi BBM mobil. Sumber: Bangkapos

UMKM Go Digital - Mobil dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc berpotensi dilarang mengisi Pertalite mulai 1 Juni 2026, seiring wacana pengetatan subsidi BBM yang tengah digodok pemerintah melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.

Pertamina, melalui Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa pihaknya sebagai BUMN dan operator akan mengikuti dan mengacu pada arahan pemerintah sebagai regulator artinya, hingga saat ini belum ada larangan resmi yang berlaku.

Meski daftar kendaraan yang berpotensi terdampak sudah ramai beredar, hingga kini belum ada keputusan resmi pemerintah mengenai larangan mobil di atas 1.400 cc membeli Pertalite, dan Pertamina sendiri masih menunggu aturan teknis dari pemerintah.

 

Dari Mana Isu Ini Berasal?

Isu ini bermula dari video yang beredar viral, yang mengklaim bahwa mulai 1 Juni 2026, pembatasan Pertalite akan diperketat.

Dalam narasi video tersebut disebutkan bahwa barcode kendaraan bermesin di atas 1.400 cc akan di-scan di SPBU, dan secara otomatis nozzle pompa tidak akan aktif sehingga tidak bisa mengisi BBM subsidi.

Video itu menyebar luas di grup-grup WhatsApp dan platform media sosial, memicu kepanikan di kalangan pemilik mobil keluarga.

Aturan ini merupakan bagian dari revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang kini telah memasuki tahap finalisasi substansial, sebagai respons atas beban subsidi energi yang mencapai angka Rp210,1 triliun dalam RAPBN 2026.

 

Apakah Mesin 1.4 Setara dengan 1.400 cc?

Jawabannya: ya. Dalam dunia otomotif, satuan "1.4 L" atau "1.4 liter" identik dengan 1.400 cc (cubic centimeter). Keduanya merujuk pada kapasitas total silinder mesin yang sama.

Jadi, mobil bermesin 1.4 L secara langsung masuk dalam kategori yang berpotensi terdampak aturan ini apabila regulasi tersebut nantinya resmi ditetapkan.

 

Daftar Mobil Populer yang Berpotensi Terdampak

Jika aturan ini diberlakukan, setidaknya 25 mobil populer akan dilarang menggunakan Pertalite karena batas maksimal mesin untuk subsidi adalah 1.400 cc.

Deretan kendaraan terdampak mencakup Toyota Avanza, Veloz, Xpander, Terios, BR-V, Stargazer, HR-V, Innova Zenix, Fortuner bensin, CR-V Turbo, Civic RS, Mazda 3, Cortez, Almaz RS, dan Omoda 5.

Bahkan mobil hybrid seperti Ertiga Hybrid, XL7 Hybrid, dan Xpander Cross Hybrid pun tidak luput dari daftar ini.

Penting untuk memperhatikan varian mesin. Toyota Avanza varian 1.3 L (1.300 cc) masih diperbolehkan, sedangkan varian 1.5 L (1.500 cc) akan dilarang jika aturan ini resmi berlaku.

Antrean mobil di SPBU Pertamina. Sumber: Oku Satu
Antrean mobil di SPBU Pertamina. Sumber: Oku Satu

Bagaimana dengan Innova 2000 cc?

Toyota Kijang Innova generasi lama dengan mesin 2.000 cc berbahan bakar bensin sudah jelas masuk kategori terdampak karena kapasitasnya jauh melampaui batas 1.400 cc yang diwacanakan.

Kendaraan berbasis elektrifikasi seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid pun tetap dilarang menggunakan BBM subsidi, mengingat statusnya sebagai kendaraan premium berdaya tinggi.

 

Mobil yang Aman dari Pembatasan

Bagi pemilik kendaraan bermesin di bawah 1.400 cc, ancaman kehilangan akses Pertalite relatif kecil. Kategori ini umumnya mencakup mobil LCGC (Low Cost Green Car) dan kendaraan bermesin kecil yang dirancang untuk efisiensi tinggi. Contohnya antara lain Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, dan Daihatsu Sigra.

 

Apa yang Harus Dilakukan Pemilik Mobil?

Menanggapi kegaduhan ini, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah terkait isu tersebut.

Sambil menunggu kepastian regulasi, pemilik kendaraan bermesin di atas 1.400 cc disarankan mulai mempertimbangkan penggunaan BBM non-subsidi seperti Pertamax (RON 92).

Selain alasan regulasi, mobil modern di atas 1.400 cc umumnya memiliki rasio kompresi mesin yang tinggi, sehingga memaksakan penggunaan Pertalite RON 90 dapat memicu engine knocking, penumpukan kerak karbon, dan kerusakan komponen dalam jangka panjang.

Sampai ada keputusan resmi dari pemerintah melalui revisi Perpres No. 191 Tahun 2014, pemilik kendaraan di atas 1.400 cc belum wajib beralih BBM.

Namun, memahami aturan yang sedang diwacanakan ini sejak dini adalah langkah cerdas untuk menghindari kejutan di SPBU.

Jasa Pembuatan Website
Jasa Press Release Media Online
Jasa Pembuatan Website UMKM
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
PixxelPro Digital ID