Copyright 2025 © GM Academy
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Pembuatan Website Sekolah
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Optimasi SEO untuk UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing UMKM
Jasa Press Release Media Online
Pelatihan Digital Marketing di Sekolah
Program Magang Digital Marketing SMK dan Mahasiswa
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
Jasa Optimasi Digital Marketing
Jasa Optimasi Digital Marketing

6 Saham Raksasa Dicoret MSCI: Ini Daftar Lengkapnya

MSCI coret 6 saham besar RI dari Global Standard Index, termasuk AMMN, BREN, dan DSSA. Implementasi efektif 29 Mei 2026.
Jasa Pembuatan Website
Papan bursa saham IDX memerah Sumber: bloombergtechnoz
Papan bursa saham IDX memerah Sumber: bloombergtechnoz

UMKM Go Digital - Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan hasil rebalancing indeks Mei 2026 pada Rabu, 13 Mei 2026 pukul 05.00 WIB, dengan keputusan mencabut enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index mencakup emiten-emiten besar seperti Amman Mineral (AMMN), Barito Renewables (BREN), dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA).

Tidak ada satu pun saham Indonesia yang masuk sebagai konstituen baru dalam kategori standar. Perubahan ini akan berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan berpotensi memicu arus dana keluar (outflow) hingga US$1,8 miliar atau setara Rp31,5 triliun dari pasar saham Indonesia.

Keterangan Nilai Catatan
Saham keluar (Standard) 6 Dari MSCI Global Standard Index
Estimasi outflow Rp31,5 T Setara ±US$1,8 miliar
Efektif berlaku 29 Mei Penutupan perdagangan 2026

Hasil rebalancing MSCI edisi Mei 2026 menjadi salah satu yang paling dramatis bagi pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Pengumuman yang dirilis dini hari ini menegaskan bahwa Indonesia tidak mencatatkan penambahan konstituen baru pada indeks standar — sebaliknya, enam emiten berkapitalisasi besar resmi disingkirkan dari daftar eksklusif tersebut.

 

Daftar 6 saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index

Emiten Kode Status
PT Amman Mineral Internasional Tbk AMMN Keluar
PT Barito Renewables Energy Tbk BREN Keluar
PT Chandra Asri Pacific Tbk TPIA Keluar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA Keluar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk CUAN Keluar
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk AMRT Pindah ke Small Cap

Sumber: MSCI Semi-Annual Index Review, Mei 2026. Implementasi 29 Mei 2026.

 

Apa yang terjadi pada MSCI Global Small Cap Index?

Perombakan tidak berhenti di indeks standar. Pada MSCI Global Small Cap Index Indonesia, kondisinya tak kalah berat.

AMRT dipindahkan dari kategori standar ke small cap, namun secara bersamaan, 13 emiten lainnya justru tersingkir dari indeks small cap tersebut.

Total ada 19 saham Indonesia yang meninggalkan kedua indeks MSCI, baik global maupun small caps sebuah angka yang menandai tekanan signifikan terhadap citra pasar modal Indonesia di mata investor asing.

 

Mengapa Indonesia kehilangan banyak konstituen MSCI?

Latar belakang keluarnya saham-saham ini tidak terjadi dalam semalam. Sejak Januari 2026, MSCI telah memberlakukan pembatasan khusus terhadap Indonesia, termasuk pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan penghentian penambahan anggota baru ke MSCI Investable Market Indexes.

Pembekuan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap rendahnya transparansi kepemilikan saham serta tingginya konsentrasi pemegang saham pada sejumlah emiten seperti BREN dan DSSA yang dinilai tidak memenuhi ambang batas free float minimum.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyikapi situasi ini dengan menyatakan bahwa ketidaknyamanan jangka pendek justru memperkuat integritas pasar jangka panjang.

Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan komitmen reformasi pasar modal, termasuk rencana menaikkan ambang batas minimum free float menjadi 15%, serta mendorong keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas 1% melalui situs IDX.

Papan bursa saham IDX merah Sumber: Liputan6
Papan bursa saham IDX merah Sumber: Liputan6

Dampak terhadap IHSG dan investor asing

Antisipasi atas pengumuman ini telah menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama beberapa hari terakhir.

Pada Senin, 11 Mei 2026, IHSG menyentuh level 6.847, turun 1,76% menjadi level terendah sejak awal 2026. Investor asing tercatat melakukan net selling hampir US$400 juta pada ekuitas Indonesia sepanjang bulan ini.

CGS International memperkirakan tekanan jual terkonsentrasi akan terjadi mendekati penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026, sebagai hari implementasi resmi rebalancing.

Namun analis juga mencatat bahwa volatilitas pada hari implementasi historisnya cenderung terkontrol, karena manajer dana pasif umumnya sudah memberi sinyal pergerakan mereka lebih awal, sehingga investor aktif dapat menyerap tekanan jual satu arah tersebut.

Investor global yang ingin memantau dampak ini dapat mengacu pada sejumlah instrumen terkenal, seperti iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO), Vanguard FTSE Emerging Markets ETF (VWO), dan iShares MSCI Emerging Markets ETF (EEM) ketiganya memiliki eksposur terhadap ekuitas Indonesia yang akan terpengaruh oleh perubahan komposisi indeks.

 

Prospek ke depan

Kombinasi antara penundaan kenaikan royalti tambang oleh Menteri Energi Bahlil Lahadalia dan komitmen reformasi OJK dipandang sebagai faktor stabilisasi jangka pendek.

Evaluasi berikutnya oleh MSCI dijadwalkan pada Juni 2026, di mana kemajuan reformasi pasar modal Indonesia akan kembali dinilai.

Secara teknikal, RSI IHSG menunjukkan divergensi bullish yang dapat mengindikasikan potensi rebound setelah tekanan jual rebalancing mereda.

 

FAQ

Jam berapa pengumuman hasil rebalancing MSCI Mei 2026 dirilis?

MSCI mengumumkan hasil rebalancing indeks Mei 2026 pada Rabu, 13 Mei 2026 pukul 05.00 WIB. Pengumuman ini menentukan komposisi konstituen yang akan diimplementasikan pada 29 Mei 2026, yaitu pada penutupan perdagangan bursa.

Mengapa Indonesia dibekukan atau kehilangan banyak saham dari indeks MSCI?

Indonesia dibebani pembatasan MSCI sejak Januari 2026 akibat rendahnya transparansi kepemilikan saham dan tingginya konsentrasi pemegang saham pada sejumlah emiten. MSCI membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor dan penambahan anggota baru hingga Indonesia memenuhi standar minimum free float 15% serta membuka informasi kepemilikan saham secara publik.

Apakah saham Indonesia yang terdampak MSCI layak dibeli sekarang?

Analis mencatat bahwa tekanan jual terkonsentrasi pada 29 Mei 2026 cenderung terkontrol secara historis, dan RSI IHSG menunjukkan divergensi bullish yang mengisyaratkan potensi rebound. Namun keputusan investasi sepenuhnya bergantung pada profil risiko dan horizon waktu masing-masing investor. Pemantauan perkembangan reformasi OJK dan evaluasi MSCI berikutnya pada Juni 2026 sangat disarankan sebelum mengambil posisi.

Jasa Pembuatan Website
Jasa Press Release Media Online
Jasa Pembuatan Website UMKM
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
PixxelPro Digital ID