Copyright 2025 © GM Academy
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Pembuatan Website Sekolah
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Optimasi SEO untuk UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing UMKM
Jasa Press Release Media Online
Pelatihan Digital Marketing di Sekolah
Program Magang Digital Marketing SMK dan Mahasiswa
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
Jasa Optimasi Digital Marketing
Jasa Optimasi Digital Marketing

Apa Itu Customer Journey? Cek Pengertian, Tahapan dan Contoh

Customer journey adalah perjalanan pelanggan saat berinteraksi dengan bisnis. Kenali pengertian, tahapan, contoh, dan touchpoint-nya untuk UMKM.
Jasa Pembuatan Website
Apa Itu Customer Journey?

UMKM Go Digital - Customer journey adalah rangkaian interaksi dan pengalaman yang dilalui pelanggan ketika berhubungan dengan sebuah bisnis, mulai dari mengenal produk hingga melakukan pembelian kembali atau merekomendasikannya kepada orang lain.

Konsep ini mencakup semua titik kontak, dari media sosial sampai layanan setelah pembelian.

Seorang calon pelanggan melihat produk UMKM di Instagram.

Ia membuka profil bisnis, membaca review, menghubungi WhatsApp untuk bertanya harga, melakukan pembelian, menerima produk, lalu beberapa minggu kemudian membeli lagi.

Seluruh rangkaian interaksi tersebut merupakan bagian dari customer journey.

Panduan ini menjelaskan pengertian customer journey secara sederhana, arti konsep tersebut dalam konteks bisnis, tujuh tahapannya, serta contoh nyatanya pada UMKM.

Anda juga akan memahami perbedaan customer journey dengan istilah yang sering tertukar, seperti customer experience dan marketing funnel.

Apa Itu Customer Journey?

Customer journey adalah seluruh perjalanan pelanggan berinteraksi dengan bisnis, dimulai dari tahap mengenal produk, mempertimbangkan pembelian, melakukan transaksi, menggunakan produk, hingga membeli kembali atau merekomendasikannya kepada orang lain.

Perjalanan ini tidak hanya terjadi saat pelanggan membeli.

Customer journey mencakup tiga fase besar: sebelum pembelian (mengenal dan mempertimbangkan), saat pembelian (memutuskan dan bertransaksi), dan setelah pembelian (menggunakan produk, memberi feedback, serta berpotensi membeli lagi).

Setiap fase melibatkan touchpoint atau titik kontak yang berbeda, seperti media sosial, website, WhatsApp, hingga layanan pelanggan.

Memahami customer journey berarti melihat bisnis dari sudut pandang pelanggan, bukan hanya dari sudut pandang penjual yang berfokus pada transaksi semata.

Apa Arti Customer Journey dalam Bisnis?

Dalam konteks bisnis, customer journey bukan sekadar proses pelanggan membeli produk, melainkan keseluruhan alur pengalaman sebelum, saat, dan setelah transaksi berlangsung.

Alur tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Sebelum membeli pelanggan mengenal produk, mencari informasi, dan membandingkan pilihan.
  2. Saat membeli pelanggan melakukan order, membayar, dan menerima konfirmasi.
  3. Setelah membeli pelanggan menerima produk, menggunakannya, memberi feedback, dan mungkin membeli kembali.

Bisnis yang hanya berfokus pada fase "saat membeli" sering kehilangan peluang di fase sebelum dan sesudahnya.

Padahal, banyak calon pelanggan justru berhenti pada fase sebelum membeli karena kurangnya informasi, dan banyak pelanggan lama tidak kembali karena tidak ada tindak lanjut setelah pembelian.

Mengapa Customer Journey Penting untuk UMKM?

Customer journey penting bagi UMKM karena membantu menemukan tahap yang menyebabkan calon pelanggan berhenti sebelum bertransaksi, sehingga perbaikan dapat dilakukan tepat sasaran tanpa menambah biaya iklan.

Berikut lima fungsi utama memahami customer journey bagi UMKM:

  • Memahami perilaku pelanggan secara lebih konkret berdasarkan data interaksi nyata.
  • Menemukan titik pelanggan berhenti, apakah di tahap awareness, consideration, atau decision.
  • Menentukan channel yang tepat untuk fokus promosi dan komunikasi.
  • Memperbaiki pengalaman pelanggan di titik yang paling banyak menimbulkan keraguan.
  • Meningkatkan peluang repeat order dengan tindak lanjut yang lebih terarah.

Jika banyak calon pelanggan bertanya melalui WhatsApp tetapi sedikit yang membeli, masalahnya mungkin bukan pada awareness, melainkan pada tahap consideration atau decision.

Analisis semacam ini hanya mungkin dilakukan jika Anda memahami customer journey usaha Anda sendiri.

Apa Saja Tahapan Customer Journey?

Customer journey terdiri dari tujuh tahap utama, yaitu awareness, consideration, decision, purchase, experience, retention, dan advocacy, yang menggambarkan perjalanan pelanggan secara berurutan.

Awareness

Tahap ini terjadi saat pelanggan pertama kali mengetahui keberadaan bisnis Anda, biasanya melalui Google, Instagram, TikTok, YouTube, atau rekomendasi teman.

Consideration

Pada tahap ini, pelanggan mulai mencari informasi lebih lanjut, seperti melihat katalog, membaca review, membandingkan harga, mengunjungi website, atau bertanya melalui WhatsApp.

Decision

Pelanggan memutuskan membeli atau tidak berdasarkan sejumlah faktor: harga, kualitas, kepercayaan, review, kemudahan transaksi, dan respons customer service.

Purchase

Tahap ini adalah momen transaksi benar-benar terjadi, mulai dari order hingga pembayaran selesai.

Experience

Pelanggan menerima dan menggunakan produk atau jasa yang dibeli, lalu menilai apakah sesuai dengan ekspektasi.

Retention

Tahap ini mengukur apakah pelanggan tersebut kembali membeli di kemudian hari.

Advocacy

Tahap terakhir terjadi ketika pelanggan memberikan review atau merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain.

Contoh Customer Journey UMKM

Contoh customer journey UMKM dapat dilihat dari alur pelanggan kuliner yang berpindah dari media sosial menuju transaksi langsung lewat WhatsApp sebelum akhirnya memberikan review dan memesan kembali.

Contoh: UMKM Kuliner

Instagram → melihat menu → membaca review → klik WhatsApp → tanya harga → order → bayar → produk diterima → memberikan review → order kembali.

Alur tersebut dapat dipetakan dalam tabel berikut.

Tahap Aktivitas Pelanggan Touchpoint
Awareness Melihat konten Instagram
Consideration Melihat menu Instagram / Website
Decision Tanya harga WhatsApp
Purchase Melakukan order WhatsApp
Experience Menerima produk Delivery
Retention Order kembali WhatsApp
Advocacy Memberikan review Google / Instagram

Tabel ini menunjukkan bahwa satu pelanggan dapat melalui beberapa touchpoint berbeda sebelum benar-benar menjadi pelanggan setia, dan setiap touchpoint punya peran spesifik dalam perjalanan tersebut.

Apa Itu Customer Touchpoint?

Customer touchpoint adalah titik atau saluran ketika pelanggan berinteraksi dengan bisnis, baik secara online maupun offline, di sepanjang customer journey.

Touchpoint dapat dikelompokkan menjadi dua jenis:

·       Touchpoint online meliputi Google, website, Instagram, TikTok, WhatsApp, marketplace, dan email.

·       Touchpoint offline meliputi toko fisik, kasir, kemasan produk, layanan pelanggan langsung, dan event.

Instagram adalah contoh touchpoint, sedangkan melihat konten di Instagram merupakan salah satu aktivitas pelanggan dalam customer journey.

Membedakan keduanya penting agar Anda tidak keliru menganggap sebuah kanal sebagai keseluruhan perjalanan pelanggan.

Customer Journey adalah
Ilustrasi pengertian customer jouney
Customer Journey vs Customer Experience

Customer journey menggambarkan urutan interaksi pelanggan dengan bisnis, sedangkan customer experience menggambarkan kualitas pengalaman yang dirasakan pelanggan sepanjang interaksi tersebut.

Customer Journey Customer Experience
Perjalanan atau interaksi pelanggan Kualitas pengalaman pelanggan
Memetakan berbagai tahap Mengevaluasi bagaimana pelanggan merasakan interaksi
Fokus pada proses Fokus pada pengalaman
Memiliki banyak touchpoint Terbentuk dari keseluruhan interaksi

Sebagai contoh, journey pelanggan bisa berupa alur Instagram → WhatsApp → order → delivery. Sementara itu, experience-nya dinilai dari apakah proses tersebut terasa mudah, cepat, jelas, dan memuaskan bagi pelanggan.

Customer Journey vs Marketing Funnel

Customer journey berfokus pada keseluruhan perjalanan dan pengalaman pelanggan di berbagai touchpoint, sedangkan marketing funnel berfokus pada tahap konversi pelanggan dari sekadar mengetahui hingga membeli.

Customer Journey Marketing Funnel
Melihat perjalanan pelanggan Melihat tahapan pemasaran
Mencakup sebelum dan sesudah pembelian Umumnya digunakan untuk memahami perpindahan prospek
Memperhatikan touchpoint dan experience Memperhatikan progression atau konversi
Dapat digunakan untuk menemukan friction Digunakan untuk melihat performa funnel

Kedua konsep ini saling melengkapi, bukan saling menggantikan. Pembahasan lebih mendalam mengenai funnel akan dibahas secara khusus pada artikel Marketing Funnel UMKM.

Customer Journey vs Customer Lifecycle

Customer journey adalah pengalaman dan interaksi pelanggan sepanjang perjalanan, sedangkan customer lifecycle adalah tahapan hubungan pelanggan dengan bisnis mulai dari akuisisi hingga retensi atau berhenti menjadi pelanggan.

Customer journey lebih menyoroti apa yang dilalui dan dirasakan pelanggan di setiap titik interaksi.

Customer lifecycle lebih menyoroti posisi pelanggan dalam siklus hubungan jangka panjang dengan bisnis Anda, misalnya apakah ia pelanggan baru, pelanggan aktif, atau pelanggan yang sudah tidak aktif lagi.

Bagaimana Cara Menganalisis Customer Journey?

Customer journey dapat dianalisis secara sederhana dengan menentukan persona pelanggan, mencatat tahap perjalanan, mengidentifikasi touchpoint, lalu menemukan titik pelanggan berhenti sebelum bertransaksi.

Berikut delapan langkah dasarnya:

  1. Tentukan customer persona.
  2. Catat tahap perjalanan pelanggan.
  3. Identifikasi touchpoint yang dilalui.
  4. Catat kebutuhan pelanggan di setiap tahap.
  5. Temukan pain point atau hambatan.
  6. Tentukan indikator (KPI) yang relevan.
  7. Cari titik drop-off atau tahap pelanggan paling banyak berhenti.
  8. Tentukan langkah perbaikan yang konkret.

Langkah-langkah ini merupakan dasar sebelum Anda masuk ke proses pemetaan yang lebih sistematis menggunakan customer journey map.

Apa Manfaat Customer Journey Map untuk UMKM?

Customer journey map bermanfaat untuk UMKM karena mengubah pemahaman tentang perjalanan pelanggan menjadi visual yang mudah dianalisis, sehingga pain point dan prioritas perbaikan terlihat lebih jelas.

Beberapa manfaat utamanya:

  • Melihat perjalanan pelanggan secara visual dan menyeluruh.
  • Mengetahui pain point di setiap tahap interaksi.
  • Menemukan friction yang menghambat konversi.
  • Memahami touchpoint mana yang paling berpengaruh.
  • Menentukan prioritas perbaikan berdasarkan data, bukan asumsi.
  • Menyelaraskan tim marketing dan layanan pelanggan pada satu pemahaman yang sama.

Untuk memetakan perjalanan tersebut secara lebih sistematis, lihat panduan Customer Journey Map UMKM yang membahas template dan langkah pembuatannya secara mendalam.

FAQ Customer Journey

Apa itu customer journey?

Customer journey adalah rangkaian interaksi dan pengalaman yang dilalui pelanggan ketika berhubungan dengan bisnis, mulai dari mengenal produk hingga melakukan pembelian kembali. Konsep ini mencakup seluruh titik kontak, bukan hanya momen transaksi.

Apa arti customer journey dalam bisnis?

Dalam bisnis, customer journey berarti keseluruhan alur pengalaman pelanggan sebelum, saat, dan setelah pembelian. Alur ini mencakup proses mengenal produk, mempertimbangkan, bertransaksi, hingga menggunakan dan menilai produk tersebut.

Apa saja tahapan customer journey?

Tahapan customer journey terdiri dari tujuh fase: awareness, consideration, decision, purchase, experience, retention, dan advocacy. Setiap tahap memiliki touchpoint dan kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda.

Apa contoh customer journey UMKM?

Contoh customer journey UMKM adalah pelanggan yang melihat produk di Instagram, bertanya harga lewat WhatsApp, melakukan pembelian, lalu memberikan review dan memesan kembali. Pola ini umum ditemukan pada UMKM kuliner, fashion, maupun jasa.

Apa perbedaan customer journey dan customer experience?

Customer journey menggambarkan urutan interaksi pelanggan dengan bisnis, sedangkan customer experience menggambarkan kualitas pengalaman yang dirasakan selama interaksi tersebut. Keduanya berkaitan erat tetapi mengukur aspek yang berbeda.

Mengapa customer journey penting untuk UMKM?

Customer journey penting karena membantu UMKM menemukan tahap yang menyebabkan calon pelanggan berhenti sebelum membeli. Dengan begitu, perbaikan dapat difokuskan pada titik yang tepat tanpa menambah biaya promosi.

Kesimpulan

Customer journey adalah keseluruhan perjalanan pelanggan berinteraksi dengan bisnis, mencakup tujuh tahap dari awareness hingga advocacy, bukan sekadar proses transaksi semata.

Memahami tahapan, touchpoint, serta perbedaannya dengan customer experience dan marketing funnel membantu Anda melihat bisnis dari sudut pandang pelanggan.

Setelah memahami konsep dasar ini, langkah berikutnya adalah menerapkannya secara sistematis pada usaha Anda sendiri.

Untuk itu, pelajari lebih lanjut cara memetakan perjalanan pelanggan Anda pada panduan Customer Journey UMKM, atau langsung praktikkan dengan template pada Customer Journey Map UMKM.

Jasa Pembuatan Website
Jasa Press Release Media Online
Jasa Pembuatan Website UMKM
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
PixxelPro Digital ID