Copyright 2025 © GM Academy
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Pembuatan Website Sekolah
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Optimasi SEO untuk UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing UMKM
Jasa Press Release Media Online
Pelatihan Digital Marketing di Sekolah
Program Magang Digital Marketing SMK dan Mahasiswa
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
Jasa Optimasi Digital Marketing
Jasa Optimasi Digital Marketing

IHSG Ditutup Menguat 1,1 Persen ke 6.175, Level Tertinggi Sepekan

IHSG ditutup menguat 1,1% ke 6.175,53 pada Jumat (17/7/2026), ditopang saham perbankan dan aksi beli asing di tengah gejolak bursa Asia.
Jasa Pembuatan Website
Siluet orang memotret layar saham. Sumber: Kompas Money
Siluet orang memotret layar saham. Sumber: Kompas Money

UMKM Go Digital - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 67,32 poin atau 1,10 persen ke level 6.175,53 pada akhir perdagangan Jumat, 17 Juli 2026.

Penguatan ini menandai hari kelima IHSG bertahan di zona hijau secara beruntun, dengan sektor keuangan dan saham-saham berkapitalisasi besar sebagai penggerak utama kenaikan hari ini.

Bagi investor, kenaikan indeks seperti ini umumnya mencerminkan penguatan nilai portofolio secara agregat serta sinyal optimisme pasar terhadap prospek ekonomi domestik dalam jangka pendek.

IHSG mengalami pergerakan yang fluktuatif sejak dibuka pada level 6.112,84, mencapai titik terendah harian di 6.079,32, sebelum akhirnya berbalik menguat dan mencapai level tertinggi di 6.192,66.

Aktivitas perdagangan berlangsung ramai, dengan total volume transaksi mencapai 23,67 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp16,03 triliun, frekuensi perdagangan 1,982 juta kali, serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10.748 triliun.

 

Sektor Keuangan Jadi Penopang Utama

Pada sesi pertama, IHSG sudah menguat 0,55 persen ke level 6.141, didorong oleh kenaikan signifikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar serta sektor keuangan yang naik 1,64 persen.

Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tercatat sebagai top gainers di indeks LQ45 pada sesi ini.

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, menyebut penguatan IHSG turut dipengaruhi oleh laju rupiah yang kembali menguat, dengan candle terakhir IHSG bertahan bullish di atas MA5 dan MA20 serta indikator MACD golden cross.

Momentum positif ini melanjutkan tren empat hari kenaikan beruntun sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (16/7/2026), IHSG ditutup naik 1,1 persen disertai aksi beli asing senilai Rp283 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak diburu asing antara lain BBCA, BMRI, ANTM, AMMN, dan TPIA.

Saham-saham teknologi, bahan baku, dan properti juga menjadi pendorong tren penguatan pada sesi tersebut, masing-masing melesat hingga 1,94 persen, 1,56 persen, dan 1,31 persen.

 

Dibayangi Gejolak Bursa Asia dan Wall Street

Penguatan IHSG hari ini terjadi di tengah kondisi bursa regional yang justru bergejolak.

Bursa Asia ditutup bervariasi pada Kamis, dengan saham Korea Selatan menjadi penekan utama setelah aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor menyebabkan indeks KOSPI anjlok 6,4 persen.

Aksi jual terutama menghantam SK Hynix dan Samsung Electronics yang masing-masing melemah 11,5 persen dan 8,8 persen, menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank of Korea sebesar 25 basis poin.

Di sisi lain, saham TSMC justru naik 1,2 persen setelah melaporkan lonjakan laba bersih kuartal II-2026 sebesar 77 persen secara tahunan.

Wall Street pun ditutup melemah pada Kamis. Indeks S&P 500 turun 0,51 persen, Nasdaq Composite melemah 1,47 persen, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,20 persen akibat aksi jual di saham-saham teknologi.

Grafik saham dengan panah hijau naik. Sumber: Katadata
Grafik saham dengan panah hijau naik. Sumber: Katadata

Sentimen Domestik Turut Menopang

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari data investasi. Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 27,4 persen secara tahunan menjadi rekor tertinggi Rp257,7 triliun, yang menurut analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menunjukkan minat investasi asing langsung masih kuat di tengah ketidakpastian global.

Dari sisi global, pasar juga merespons positif data Producer Price Index AS yang turun 0,3 persen secara bulanan dan melambat menjadi 5,5 persen secara tahunan, mengindikasikan tekanan inflasi produsen mulai mereda.

 

Apa Untungnya IHSG Naik bagi Investor?

Saat IHSG naik, nilai rata-rata seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia ikut terkerek, sehingga investor yang memegang saham blue chip atau reksa dana indeks umumnya melihat kenaikan nilai portofolionya.

Sebagai gambaran sederhana, jika seorang investor memegang 1 lot (100 lembar) saham yang naik Rp100 per lembar, maka nilai portofolionya bertambah sekitar Rp10.000 dari lot tersebut sebelum dikurangi biaya transaksi.

Besaran keuntungan riil tetap bergantung pada saham spesifik yang dimiliki, karena tidak semua saham bergerak searah dengan indeks.

 

Proyeksi Perdagangan Berikutnya

Soal arah pergerakan pada sesi berikutnya, pandangan analis masih terbelah. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi dengan support di 6.050-6.070 dan resistance di 6.130-6.150.

Sebaliknya, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menilai IHSG masih berpeluang menguat dengan support di 6.012-5.857 dan resistance di 6.137 hingga 6.262, seiring posisi teknikal indeks yang masih kokoh di atas garis MA5 dan MA20 dengan indikator MACD menunjukkan pelebaran positive slope.

Dengan tren penguatan yang telah berlangsung lima hari beruntun, pelaku pasar disarankan tetap mencermati perkembangan sentimen global, terutama arah kebijakan suku bunga The Fed dan situasi geopolitik, sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.

Jasa Pembuatan Website
Jasa Press Release Media Online
Jasa Pembuatan Website UMKM
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
PixxelPro Digital ID