![]() |
| Antrean kendaraan di SPBU Pertamina. Sumber: Radar Malang |
UMKM Go
Digital - Harga Pertamax (RON 92) di Malang per Senin,
6 Juli 2026, tercatat Rp16.250 per liter, tidak berubah sejak kenaikan pada 10
Juni 2026.
Harga Pertalite juga tetap stabil di angka Rp10.000
per liter, sama seperti bulan-bulan sebelumnya.
Adapun soal isu kenaikan BBM, justru tiga produk nonsubsidi Pertamax
Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami penurunan harga mulai 1 Juli
2026, sehingga tidak ada tren kenaikan harga BBM secara umum di Malang saat
ini.
Pembaruan harga ini berlaku di seluruh Stasiun Pengisian
Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di wilayah Jawa Timur, termasuk
Kota dan Kabupaten Malang, sebagai bagian dari evaluasi harga BBM nonsubsidi
yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga secara berkala.
Penyesuaian ini merujuk pada Keputusan Menteri ESDM No.
245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mengatur formula harga jual eceran BBM umum jenis
bensin dan solar di SPBU.
Berikut daftar lengkap harga BBM Pertamina yang berlaku
di Malang dan sekitarnya per 6 Juli 2026:
- Pertalite:
Rp10.000 per liter
- Biosolar:
Rp6.800 per liter
- Pertamax
(RON 92): Rp16.250 per liter
- Pertamax
Green 95: Rp17.000 per liter
- Pertamax
Turbo (RON 98): Rp19.300 per liter
- Dexlite
(CN 51): Rp19.700 per liter
- Pertamina
Dex (CN 53): Rp21.150 per liter
Penurunan harga yang berlaku sejak 1 Juli 2026 cukup
signifikan untuk tiga produk premium. Pertamax Turbo turun Rp1.450 per liter,
dari sebelumnya Rp20.750 menjadi Rp19.300.
Dexlite turun lebih dalam, yakni Rp3.300 per liter,
dari Rp23.000 menjadi Rp19.700. Sementara Pertamina Dex mencatat penurunan
terbesar, Rp3.650 per liter, dari Rp24.800 menjadi Rp21.150.
Pertamina menyebut penurunan ini dipicu oleh tren
turunnya harga minyak mentah dunia dalam beberapa pekan terakhir, sehingga
membuka ruang bagi harga jual eceran yang lebih kompetitif bagi konsumen.
Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi pada Pertamax dan
Pertamax Green 95. Kedua produk tersebut sempat naik cukup tajam pada 10 Juni
2026, ketika Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, dan
Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan itu terjadi beberapa bulan setelah pemerintah
sempat menahan harga BBM di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik
militer antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
![]() |
| Suasana normal SPBU Bendungan Sutami Malang. Sumber: Radar Malang |
Sejak 10 Juni hingga saat ini, harga kedua produk tersebut
belum mengalami perubahan lagi.
Bagi pelaku usaha wisata di Malang Raya, kestabilan harga
Pertalite dan Pertamax cukup membantu perhitungan biaya operasional armada
wisata dan transportasi antar-destinasi, mengingat kawasan ini menjadi salah
satu jalur utama menuju kawasan wisata Batu dan Bromo.
Pengemudi transportasi online juga diuntungkan karena BBM
bersubsidi yang paling banyak dikonsumsi, yakni Pertalite, tidak mengalami
gejolak harga sejak beberapa bulan terakhir.
Bagi pemilik kendaraan pribadi, stabilnya harga Pertamax
sejak 10 Juni 2026 juga berarti biaya bahan bakar bulanan relatif lebih mudah
diprediksi dibandingkan periode April-Juni 2026, ketika harga sempat bergejolak
akibat tekanan harga minyak dunia.
Sementara itu, penurunan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan
Pertamina Dex turut memberi sedikit ruang penghematan bagi pemilik kendaraan
diesel dan kendaraan dengan spesifikasi oktan tinggi di Malang, meski
penggunanya secara jumlah tidak sebanyak pengguna Pertalite dan Pertamax
reguler.
Pertamina mengingatkan bahwa harga eceran BBM nonsubsidi
dapat berbeda antarwilayah karena dipengaruhi oleh tarif Pajak Bahan Bakar
Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing,
ditambah komponen biaya logistik dan distribusi ke lokasi SPBU.
Untuk wilayah Jawa Timur, termasuk Malang, harga yang
berlaku mengikuti tarif zona Jawa yang mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa
Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Masyarakat di Malang dapat memantau perubahan harga BBM
Pertamina setiap awal bulan, karena penyesuaian resmi umumnya diumumkan
Pertamina pada tanggal 1.
Pertamina juga memastikan pasokan BBM di seluruh jaringan
SPBU tetap aman dan lancar meski terjadi penyesuaian harga, sehingga masyarakat
tidak perlu khawatir akan kelangkaan stok saat mengisi bahan bakar.
Sebagai catatan tambahan, harga yang tercantum di atas
merupakan harga acuan untuk zona Jawa Timur dan dapat sedikit berbeda di titik
SPBU tertentu tergantung kebijakan pajak daerah setempat.
Masyarakat disarankan mengecek langsung papan harga di SPBU
terdekat, memantau aplikasi MyPertamina, atau melalui kanal resmi Pertamina
untuk memastikan akurasi harga terbaru sebelum melakukan pengisian bahan bakar.
Sebagai perbandingan, wilayah di luar Jawa seperti Bali,
Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur mematok harga Pertamax yang sama
dengan Jawa Timur, yakni Rp16.250 per liter, sementara wilayah Kalimantan
mencatat harga sedikit lebih tinggi karena komponen PBBKB dan biaya distribusi
yang berbeda.
Perbedaan semacam ini wajar terjadi karena setiap provinsi memiliki kebijakan pajak daerah dan jarak distribusi logistik yang tidak seragam, sehingga harga eceran akhir di SPBU bisa bervariasi meski masih dalam satu formula harga dasar yang sama dari pemerintah pusat.




