Copyright 2025 © GM Academy
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Pembuatan Website Sekolah
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Optimasi SEO untuk UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing UMKM
Jasa Press Release Media Online
Pelatihan Digital Marketing di Sekolah
Program Magang Digital Marketing SMK dan Mahasiswa
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
Jasa Optimasi Digital Marketing
Jasa Optimasi Digital Marketing

Pertamax Naik Rp16.250, Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite

Pertamax resmi naik jadi Rp16.250/liter sejak 10 Juni 2026. Warga ramai-ramai beralih ke Pertalite Rp10.000, antrean SPBU mengular.
Jasa Pembuatan Website
Antrean motor di jalur BBM subsidi. Sumber: Media Indonesia
Antrean motor di jalur BBM subsidi. Sumber: Media Indonesia

UMKM Go Digital - Harga Pertamax (RON 92) resmi naik menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026, naik drastis dari sebelumnya Rp12.300 per liter atau selisih hampir Rp4.000.

Sementara itu, Pertalite bersubsidi tetap dibanderol Rp10.000 per liter dan tidak mengalami perubahan harga.

Selisih harga yang kini mencapai Rp6.250 per liter membuat banyak warga beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menekan pengeluaran harian.

Keputusan kenaikan ini diumumkan resmi oleh PT Pertamina Patra Niaga pada Selasa, 9 Juni 2026 dan berlaku mulai Rabu dini hari.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan penyesuaian dilakukan sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah, dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia.

Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak global akibat konflik Israel-Iran yang pecah sejak 28 Februari 2026.

Selain Pertamax, Pertamina juga menaikkan harga Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sementara BBM lainnya seperti Pertamax Turbo (Rp20.750/liter), Dexlite (Rp23.000/liter), dan Pertamina DEX (Rp24.800/liter) tidak mengalami perubahan.

 

Antrean Pertalite Mengular di Berbagai Daerah

Dampak kenaikan langsung terasa di lapangan. Pantauan di berbagai SPBU di seluruh Indonesia menunjukkan antrean panjang di jalur pengisian Pertalite, sementara jalur Pertamax terlihat lengang.

Di SPBU kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, antrean kendaraan terlihat memanjang di jalur Pertalite sejak pagi hari usai pengumuman kenaikan.

Salah satu warga Jakarta, Risky (25), mengaku terkejut dengan besaran kenaikan yang menurutnya terlalu mendadak. Ia mengaku mendapat informasi hanya dari media sosial tanpa pemberitahuan resmi sebelumnya.

Kondisi serupa terjadi di Subang, Jawa Barat, di mana para buruh pabrik beralih massal ke Pertalite namun harus berhadapan dengan antrean panjang yang kerap membuat mereka terlambat masuk kerja.

Di Ambon, warga Syarif menyatakan tidak lagi mampu membeli Pertamax. Ia yang sebelumnya selalu mengisi Pertamax untuk mobilnya kini beralih sepenuhnya ke Pertalite.

Di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, puluhan sepeda motor dan sekitar 20 unit mobil terlihat antre di jalur Pertalite, sementara jalur Pertamax hampir kosong.

Antrean motor di jalur BBM subsidi. Sumber: lajur
Antrean motor di jalur BBM subsidi. Sumber: lajur

Stok Pertalite di Sejumlah SPBU Sempat Kosong

Lonjakan permintaan Pertalite yang tiba-tiba memicu kekosongan stok di beberapa SPBU. Di salah satu SPBU Jakarta, pengelola melaporkan penjualan Pertamax anjlok sekitar 20 persen setelah kenaikan harga, sementara permintaan Pertalite melonjak drastis hingga stok habis sebelum tengah hari.

Pengelola menyebut tingginya permintaan diperparah oleh kendala pengiriman pasokan yang datang terpecah, menyebabkan kekosongan berulang.

Hiswana Migas Lampung membenarkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Donny, perwakilan Hiswana Migas setempat, menyatakan peningkatan pengisian Pertalite sudah terasa meski belum bisa diukur secara pasti.

Menurutnya, pergeseran konsumsi terjadi karena selisih harga Pertamax dan Pertalite yang kini jauh lebih lebar dibanding sebelumnya.

 

Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite Aman

Di tengah lonjakan permintaan, Pertamina memastikan pasokan Pertalite di seluruh jaringan SPBU dalam kondisi aman.

Masyarakat yang khawatir soal kelangkaan diminta memantau informasi terbaru melalui kanal resmi Pertamina, situs Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina.

Pemerintah dan DPR saat ini juga tengah mengkaji stimulus untuk memitigasi dampak kenaikan harga Pertamax terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah bawah yang selama ini masih menggunakan BBM nonsubsidi karena selisih harganya tidak terlalu jauh.

Dengan gap yang kini mencapai Rp6.250 per liter, perpindahan konsumen ke Pertalite diprediksi akan terus berlanjut dalam waktu dekat.

Jasa Pembuatan Website
Jasa Press Release Media Online
Jasa Pembuatan Website UMKM
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
PixxelPro Digital ID