UMKM Go Digital - Shopee masih menjadi marketplace
paling banyak diakses pelaku UMKM di Indonesia pada 2026, dengan TikTok Shop di
posisi kedua dan Tokopedia bertahan di posisi ketiga.
Berdasarkan survei terbaru Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026, Tokopedia berada di
posisi ketiga dengan 11,2% responden mengakses platform tersebut, naik dari
9,6% pada tahun sebelumnya.
Bagi UMKM yang baru
memulai atau sedang mengevaluasi ulang strategi penjualan online, memahami peta
persaingan ini menjadi kunci sebelum menentukan platform mana yang paling
menguntungkan.
- Shopee tetap marketplace paling banyak diakses lintas
generasi di Indonesia pada 2026
- TikTok Shop naik pesat berkat live commerce, namun
biayanya termasuk yang tertinggi
- Tokopedia andalkan basis pembeli matang meski struktur
biaya kini mirip TikTok Shop
- Facebook Marketplace unggul di komunitas lokal dengan
biaya lebih ringan
- Strategi multi-channel lebih disarankan ketimbang
bergantung satu platform saja
Mengapa Memilih Marketplace yang Tepat
Penting bagi UMKM
Kesalahan memilih marketplace bisa
berdampak langsung pada margin keuntungan UMKM.
Setiap platform punya struktur biaya,
karakter pembeli, dan algoritma yang berbeda, menyamakan strategi untuk semua
platform sering kali menjadi pemborosan anggaran, bukan efisiensi.
Di tengah tren kenaikan biaya layanan di
hampir semua marketplace
besar sepanjang 2026, pelaku UMKM perlu lebih selektif memilih kanal penjualan
yang benar-benar sesuai dengan jenis produk dan target pasar mereka.
Persaingan antar-marketplace di 2026
juga sudah bergeser. Bukan lagi sekadar soal diskon dan harga termurah,
melainkan soal efisiensi logistik, pengalaman pengguna, dan integrasi teknologi
AI dalam mendorong penjualan.
Pergeseran Lanskap Marketplace Indonesia
2026
Perubahan paling mencolok tahun ini
adalah naiknya posisi TikTok Shop
yang kini menyalip Tokopedia di sejumlah indikator penggunaan, didorong oleh
popularitas live commerce dan konten video pendek.
Konsumen mulai melihat TikTok Shop
sebagai mesin akuisisi pelanggan baru, sementara Tokopedia lebih berfungsi
sebagai infrastruktur marketplace yang sudah matang dan dipercaya pembeli
berpengalaman.
Perbandingan Platform Marketplace untuk
UMKM
Shopee: Pilihan Terpopuler Lintas
Generasi
Shopee tetap unggul karena kemampuannya
menjangkau hampir semua segmen usia, mulai dari Gen Z hingga generasi yang
lebih tua.
Survei menunjukkan Shopee dipilih
sebagai platform belanja andalan oleh mayoritas Gen Z, Milenial, hingga Gen X.
Bagi UMKM dengan target pasar luas dan
produk lintas kategori, Shopee masih jadi pilihan paling aman untuk memulai.
Namun, biaya tidak bisa diabaikan.
Komisi platform Shopee bervariasi tergantung status toko (Non-Star, Star,
Star+, atau Shopee Mall), dan jika ditambah biaya iklan yang hampir wajib untuk
bersaing di pencarian, total bisa mencapai 15-25% dari harga jual.
TikTok Shop: Mesin Akuisisi Lewat Konten
TikTok Shop unggul di kalangan pembeli muda yang terbiasa berbelanja sambil
menonton konten video.
Sekitar 65% Gen Z dan 57% Milenial
memanfaatkan platform ini untuk aktivitas jual-beli, menjadikannya kanal
akuisisi pelanggan baru yang efektif lewat live commerce dan video pendek.
Dari sisi biaya, TikTok Shop justru
tercatat sebagai salah satu yang termahal. Dengan komponen komisi platform,
biaya pemrosesan pesanan, komisi afiliasi, dan biaya konten, total bisa
mencapai 15-30% dari harga jual.
Sejak 18 Mei 2026, platform ini bahkan menaikkan batas maksimum komisi dinamis secara signifikan, sehingga seller perlu menghitung ulang margin produk bernilai tinggi.

Ilustrasi Panduan Memilih Marketplace Terbaik UMKM 2026
Tokopedia: Infrastruktur Matang,
Tantangan Relevansi
Tokopedia masih diandalkan pembeli yang
sudah terbiasa bertransaksi di marketplace konvensional, terutama segmen yang
lebih matang secara usia.
Tantangan terbesar Tokopedia bukan lagi
soal teknologi, melainkan bagaimana tetap relevan di tengah pergeseran perilaku
konsumen menuju social commerce.
Sejak integrasinya dengan TikTok Shop,
struktur biaya Tokopedia kini mirip dengan TikTok Shop.
Untuk sebagian besar kategori produk,
komisi platform sebesar 6,97% (sudah termasuk pajak), ditambah biaya komisi
dinamis dan biaya pemrosesan pesanan, sehingga total potongan Tokopedia bisa
mencapai 8-12% sebelum iklan.
Facebook Marketplace: Kekuatan Komunitas
Lokal
Berbeda dari tiga platform di atas,
Facebook Marketplace unggul lewat kedekatan komunitas grup jual-beli lokal,
komunitas parenting, hingga forum warga perumahan yang masih aktif
berinteraksi.
Platform ini sangat cocok bagi UMKM yang
menyasar produk kebutuhan harian dan pembeli usia dewasa ke atas, karena banyak
orang langsung mencari barang yang dibutuhkan di Marketplace tanpa membuka
mesin pencari lebih dulu.
Keunggulan lain Facebook Marketplace
adalah biaya yang relatif minim dibanding tiga marketplace besar lainnya,
menjadikannya opsi awal yang ringan secara modal bagi UMKM pemula.
Google Shopping: Pelengkap Strategi
Multi-Channel
Google Shopping bekerja berbeda bukan
sebagai marketplace mandiri, melainkan kanal pencarian produk berbasis intent
tinggi.
Pembeli yang menemukan produk lewat
Google Shopping umumnya sudah punya niat beli yang jelas, menjadikannya
pelengkap ideal di samping marketplace utama, bukan pengganti.
Cara Memilih Marketplace yang Tepat
untuk UMKM
Tidak ada satu marketplace yang otomatis
terbaik untuk semua jenis usaha.
Pertimbangan utama yang sebaiknya
digunakan UMKM meliputi jenis produk yang dijual, target demografi pembeli,
kapasitas operasional untuk mengelola konten (terutama jika memilih TikTok
Shop), serta kemampuan menyerap biaya layanan yang terus naik di hampir semua
platform sepanjang 2026.
Strategi multi-channel, memanfaatkan
lebih dari satu marketplace sekaligus dengan peran berbeda kini menjadi
pendekatan yang lebih disarankan dibanding bergantung pada satu platform saja.
Misalnya, TikTok Shop untuk akuisisi
pelanggan baru lewat konten viral, sementara Tokopedia atau Shopee untuk
melayani pembeli yang sudah terbiasa berbelanja di marketplace konvensional.
Disclaimer dan Sumber
Data biaya, komisi, dan pangsa pengguna
marketplace dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan
masing-masing platform. Pembaca disarankan mengecek informasi resmi di Seller
Center tiap platform untuk angka terkini.
Artikel ini disusun UMKM Go Digital
berdasarkan data survei APJII 2026 dan sejumlah laporan industri e-commerce
terkini.



