![]() |
| Lilin menyala di samping bohlam. Sumber: Kompas Money |
UMKM Go
Digital - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di
sejumlah wilayah Pulau Jawa sejak awal Juni 2026 dipicu oleh gangguan teknis
pada dua unit pembangkit listrik berkapasitas besar.
PT PLN (Persero) menyatakan kedua pembangkit tersebut
mendadak berhenti beroperasi sehingga kemampuan pasokan daya pada sistem
interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) menurun signifikan.
Sebagai respons, PLN menerapkan manajemen beban atau
pemadaman bergilir secara terbatas dan terukur di berbagai daerah agar sistem
kelistrikan tidak mengalami kelumpuhan total.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengonfirmasi
bahwa dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa yang dimiliki dan
dioperasikan oleh mitra perusahaan mengalami kendala teknis.
Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi
Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa secara umum
sistem kelistrikan Jawa masih beroperasi dalam kondisi terkendali, namun
langkah pengaturan beban tetap diperlukan untuk menjaga keandalan pasokan ke
pelanggan.
Pemadaman ini berlangsung sejak pertengahan Juni 2026 dan
telah meluas ke banyak wilayah. Di Jawa Barat, dampaknya dirasakan warga
Bandung Raya, Karawang, Bekasi, dan Bogor dengan durasi pemadaman rata-rata dua
hingga empat jam per sesi.
Di Jawa Tengah, gangguan serupa melanda Demak, Semarang, dan
Solo. Sementara di Jawa Timur, pemadaman tercatat di Surabaya, Sidoarjo,
Gresik, Pasuruan, hingga Malang Raya dan Madura.
Kronologi dan Skala Gangguan
Indikasi awal gangguan kelistrikan di Jawa tercatat pada
9–10 Juni 2026, ketika pemadaman meluas terjadi di sejumlah wilayah dan memicu
pertanyaan dari kalangan pemerhati energi.
Institute for Essential Services Reform (IESR) bahkan
mendesak Kementerian ESDM melakukan investigasi menyeluruh, karena dalam sistem
interkoneksi Jamali yang memiliki margin cadangan daya hingga 30 persen,
gangguan pada satu atau dua pembangkit semestinya bisa diantisipasi tanpa
berdampak meluas.
Memasuki pekan kedua dan ketiga Juni, pemadaman justru
semakin intensif. Di Kabupaten Karawang, warga melaporkan pemadaman berlangsung
selama dua pekan dengan durasi tiga hingga empat jam per sesi.
Di Kota Bandung, pemadaman tercatat berlangsung sejak 10
hingga 18 Juni 2026, menjangkau kawasan Ujungberung, Buah Batu, Padalarang, dan
Cilengkrang.
PT PLN UP3 Karawang dan UP3 Bandung kembali
menerapkan manajemen beban terbatas pada Kamis, 18 Juni 2026.
Selain faktor gangguan mendadak pada pembangkit, Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja bersama
Komisi XII DPR pada 15 Juni 2026 turut menyinggung keterbatasan pasokan batu
bara sebagai salah satu faktor yang membuat sejumlah pembangkit tidak dapat
berproduksi secara optimal.
![]() |
| Tangan menyalakan korek api di tempat gelap. Sumber: Tribun Bogor |
Dampak ke Warga dan Pelaku UMKM
Pemadaman bergilir ini menimbulkan keluhan luas, terutama
dari warga yang bekerja dari rumah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM) yang aktivitas usahanya bergantung pada listrik.
Di Semarang, warga dilaporkan mulai memborong lampu darurat
dan power bank akibat pemadaman yang berlangsung berjam-jam.
Di Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten
Bondowoso, Jawa Timur, seorang pedagang daging ayam bernama Nur Alifah Bahsa
mengaku pemukimannya telah mengalami tiga kali pemadaman dalam sepekan
terakhir, meski rumahnya hanya berjarak sekitar 500 meter dari Gardu Induk
listrik setempat.
Warga menyayangkan minimnya sosialisasi resmi terkait jadwal
pemadaman dari PLN.
PLN menyampaikan permintaan maaf secara berulang atas
ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat,
Nurmalitasari, menyebut perusahaan saat ini mengerahkan seluruh sumber daya
untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan sembari mempercepat pemulihan
kondisi pembangkit yang bermasalah.
Upaya PLN dan Kapan Listrik Normal Kembali
PLN menegaskan kebijakan pemadaman bergilir ini bersifat
sementara. Perusahaan tengah mempercepat perbaikan pada dua unit pembangkit
yang mengalami gangguan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit cadangan lain,
serta melakukan rekayasa pengaturan operasi sistem agar pasokan dan kebutuhan
listrik tetap seimbang.
PLN juga mempercepat penyaluran batu bara ke PLTU di Pulau
Jawa guna mendukung pemulihan kapasitas produksi.
Meski demikian, hingga Sabtu (20/6/2026), PLN belum
memberikan kepastian waktu kapan pemadaman bergilir ini akan benar-benar
berakhir.
Gregorius hanya memastikan manajemen beban akan dihentikan
secara bertahap, seiring dengan membaiknya kondisi pasokan pada sistem
pembangkit.
Manajer PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, juga menyatakan
hal serupa pihaknya belum bisa menjamin kapan pemadaman bergilir di wilayahnya
berakhir, meski potensi pemadaman lanjutan di Malang Raya masih ada.
PLN mengimbau masyarakat memantau informasi pemadaman
melalui kanal komunikasi resmi perusahaan, termasuk aplikasi PLN Mobile, untuk
mengetahui jadwal dan wilayah terdampak secara lebih akurat.
Perusahaan juga membantah isu yang menyebut kondisi ini
sebagai blackout massal, dan menegaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa-Bali
secara keseluruhan masih beroperasi dalam batas yang terkendali.
Sorotan dari Pengamat Energi
Di tengah penjelasan resmi PLN, sejumlah pengamat energi
menilai persoalan ini tidak bisa dilihat sederhana sebagai gangguan teknis
biasa.
IESR menyoroti bahwa dalam sistem interkoneksi sebesar
Jamali, gangguan pada satu atau dua pembangkit semestinya dapat diserap oleh
cadangan daya (reserve margin), sistem proteksi, dan redundansi jaringan yang
memadai, tanpa perlu memicu pemadaman yang meluas ke banyak provinsi sekaligus.
Kondisi ini menjadi alasan mengapa lembaga tersebut
mendorong adanya audit independen terhadap keandalan sistem kelistrikan
nasional.
Selain aspek teknis pembangkit, faktor pasokan bahan bakar
juga turut menjadi perhatian. Keterbatasan stok batu bara di sejumlah
Pembangkit Listrik Tenaga Uap disebut memengaruhi kemampuan produksi listrik
secara optimal, sehingga mempersempit ruang gerak PLN saat harus menutupi
kekurangan daya dari pembangkit lain.
Kombinasi antara gangguan mendadak dua unit pembangkit besar
dan keterbatasan pasokan energi primer inilah yang pada akhirnya membuat
manajemen beban menjadi opsi yang ditempuh PLN di berbagai wilayah Jawa secara
hampir bersamaan.
Bagi pelanggan rumah tangga maupun pelaku usaha, situasi ini
menegaskan pentingnya informasi jadwal pemadaman yang lebih transparan dan
mudah diakses.




