![]() |
| Emas batangan di atas uang Rupiah. Sumber: detikFinance |
UMKM Go
Digital - Harga emas batangan Antam hari ini, Jumat
(19/6/2026), turun Rp30.000 per gram menjadi Rp2.673.000, melanjutkan
tren pelemahan dari hari sebelumnya.
Penurunan ini merupakan yang kedua kalinya secara beruntun
setelah harga juga ambrol dengan nominal yang sama pada Kamis (18/6/2026), saat
emas turun dari Rp2.733.000 menjadi Rp2.703.000 per gram.
Pemicu utamanya adalah sinyal kebijakan hawkish dari Federal
Reserve (The Fed) yang membuat harga emas dunia ikut tertekan ke level
terendah sejak November 2025.
Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia yang
diperbarui setiap pukul 08.30 WIB, harga dasar emas Antam pagi ini sempat
bertahan di Rp2.703.000 sebelum kemudian terkoreksi ke Rp2.673.000 per gram.
Pelemahan harga jual ini juga diikuti penurunan tajam pada
harga buyback, yakni harga yang berlaku saat nasabah menjual kembali emasnya ke
Antam.
Harga buyback tercatat anjlok Rp67.000, dari
sebelumnya menjadi Rp2.408.000 per gram penurunan yang jauh lebih dalam
dibandingkan harga jualnya.
Rincian Harga per Ukuran
Untuk investor dan pelaku usaha perhiasan yang membutuhkan
rincian per pecahan, berikut harga dasar emas Antam pada 19 Juni 2026 (belum
termasuk pajak):
- 0,5
gram: sekitar Rp1.459.000 (mengacu data Pegadaian Galeri 24 untuk
perbandingan)
- 1
gram: Rp2.673.000
- 3
gram: Rp7.904.000
- 5
gram: Rp13.140.000
Harga di atas adalah harga dasar resmi dari Butik Emas
Logam Mulia Antam Pulo Gadung, Jakarta. Gerai penjualan emas Antam di kota
lain bisa mematok harga yang sedikit berbeda.
Setiap pembelian akan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen
untuk pembeli tanpa NPWP, atau 0,25 persen bagi pemilik NPWP.
Sementara transaksi buyback di atas Rp10 juta dikenakan
pajak 1,5 persen (NPWP) dan 3 persen (non-NPWP), sesuai PMK Nomor
34/PMK.10/2017.
Sebagai pembanding, harga emas Antam yang dijual melalui
Pegadaian tercatat lebih tinggi karena turut memasukkan komponen biaya
tambahan.
Emas Antam 1 gram di Pegadaian dibanderol Rp2.812.000, turun
Rp31.000 dari hari sebelumnya, dengan harga buyback di level Rp2.528.000.
![]() |
| Emas batangan Antam 10 gram. Sumber: Metro TV |
Kenapa Harga Emas Turun?
Pelemahan harga emas Antam mengikuti arah harga emas dunia
yang sejak Kamis (18/6/2026) tertekan oleh sikap hawkish The Fed.
Dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC)
pekan ini kebijakan moneter pertama di bawah Ketua The Fed yang baru, Kevin
Warsh bank sentral AS memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran
3,5–3,75 persen.
Namun proyeksi terbaru menunjukkan sembilan dari 19 pembuat
kebijakan The Fed masih melihat perlunya kenaikan suku bunga sebelum akhir
tahun.
Sinyal tersebut membuat dolar AS menguat, yang pada
gilirannya menekan harga emas karena logam mulia ini diperdagangkan dalam
denominasi dolar.
Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot turun 0,6 persen
menjadi 4.232,01 dolar AS per ons, level terendah sejak November 2025,
sementara harga emas berjangka AS anjlok 3,1 persen menjadi 4.245,90 dolar AS
per ons.
Pelemahan ini membuat emas berada di jalur penurunan
mingguan ketiga berturut-turut.
Di sisi lain, ada faktor yang sebenarnya berpotensi menahan
penurunan lebih dalam.
Kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran ikut
mengurangi kekhawatiran inflasi dan menurunkan harga minyak dunia, yang secara
teori dapat memberi sedikit ruang bagi The Fed untuk tidak terlalu agresif.
Namun sentimen pasar saat ini lebih banyak terpengaruh oleh
nada hawkish The Fed dibanding faktor geopolitik tersebut.
Sampai Kapan Tren Penurunan Berlanjut?
Belum ada kepastian soal durasi tren ini. Arah harga emas
selanjutnya akan sangat bergantung pada pernyataan lanjutan pejabat The Fed
serta data ekonomi AS yang akan dirilis dalam beberapa pekan mendatang.
Jika The Fed kembali menegaskan sikap hawkish atau membuka
ruang kenaikan suku bunga lanjutan, harga emas termasuk Antam berpotensi
melanjutkan koreksi.
Sebaliknya, jika muncul sinyal pelonggaran, harga bisa
kembali rebound seperti tren penguatan yang sempat terjadi pertengahan Juni
ini.
Bagi investor ritel, momen koreksi seperti ini umumnya
dipandang dua sisi: peluang membeli di harga lebih rendah bagi mereka dengan
horizon investasi jangka panjang, namun juga sinyal kewaspadaan bagi yang
berencana menjual dalam waktu dekat mengingat harga buyback yang ikut tergerus
lebih dalam.
Disarankan untuk terus memantau pembaruan harga resmi di laman Logam Mulia setiap pagi sebelum mengambil keputusan transaksi.




