![]() |
| Demo pro-Palestina di depan Starbucks. Sumber: CNBC Indonesia |
UMKM Go
Digital - Starbucks resmi melakukan pemutusan hubungan
kerja (PHK) terhadap 300 karyawan korporat di Amerika Serikat pada 15
Mei 2026, menjadikan ini gelombang PHK ketiga sejak CEO Brian Niccol memimpin
perusahaan.
Langkah ini menyusul pengumuman awal pekan yang sama, ketika
Starbucks sudah lebih dulu memberhentikan 61 karyawan divisi
teknologi di kantor pusat Seattle.
Seluruh kebijakan ini merupakan bagian dari strategi
turnaround besar-besaran bertajuk "Back to Starbucks" yang
bertujuan memangkas biaya hingga USD 2 miliar dan mengembalikan perusahaan ke
jalur pertumbuhan yang menguntungkan.
| Jumlah | Keterangan |
|---|---|
| 300 | Karyawan korporat di-PHK |
| 61 | Staf teknologi Seattle |
| $400 jt | Biaya restrukturisasi 2026 |
Siapa yang terdampak dan di mana?
Sebanyak 300 posisi yang dieliminasi mencakup
berbagai departemen, mulai dari teknologi, pemasaran, keuangan, hingga riset
dan pengembangan.
Starbucks menegaskan bahwa staf di gerai kopi tidak
terpengaruh; PHK hanya menyentuh level korporat.
Di samping itu, perusahaan menutup sejumlah kantor regional,
termasuk lokasi di Chicago, Atlanta, Dallas, dan Burbank, California.
Khusus untuk 61 karyawan divisi teknologi yang
terdampak lebih awal, posisi yang dihapus antara lain analis keamanan siber,
pengembang aplikasi, dan administrator sistem.
Berdasarkan pengajuan WARN (Worker Adjustment and Retraining
Notification), pemisahan pertama akan efektif pada 20 Juni 2026, dengan seluruh
proses ditargetkan rampung pada 28 Agustus 2026.
![]() |
| Pria menempel Bintang Daud pada logo Starbucks. Sumber: CNN Indonesia |
Mengapa Starbucks melakukan PHK besar-besaran?
Tekanan finansial yang dihadapi Starbucks dalam
beberapa tahun terakhir menjadi latar utama keputusan ini.
Perusahaan menghadapi perlambatan permintaan akibat
persaingan yang semakin ketat, perubahan perilaku konsumen yang lebih hemat,
serta lonjakan harga kopi global dan dampak tarif impor.
Marjin operasional Starbucks di segmen AS anjlok dari
16,7 persen menjadi 11,9 persen dalam periode terkini, sebagaimana dilaporkan
dalam dokumen SEC perusahaan.
Di bawah kepemimpinan Brian Niccol yang mulai menjabat
September 2024, Starbucks mencanangkan pemangkasan biaya operasional sebesar
USD 2 miliar.
Niccol juga memperkenalkan serangkaian perubahan strategis:
merenovasi pengalaman di gerai, memperkenalkan menu baru, menghadirkan kembali
area tempat duduk, dan menambah staf di tingkat kedai.
PHK korporat ini sejatinya adalah "subsidi
silang" menghemat biaya di kantor untuk diinvestasikan kembali ke
operasional gerai.
Bukan yang pertama: rekam jejak PHK Starbucks
Gelombang PHK 15 Mei 2026 ini bukan yang pertama.
Sebelumnya, Starbucks telah memangkas sekitar 1.100 karyawan korporat
pada 2024, diikuti 900 karyawan non-ritel pada September 2025.
Secara kumulatif, perusahaan telah memberhentikan hampir
2.000 pegawai korporat dalam rentang waktu kepemimpinan Niccol.
Sebagai konsekuensi finansial dari PHK terbaru, Starbucks
memperkirakan beban restrukturisasi sebesar USD 400 juta pada tahun fiskal
2026.
Angka ini terdiri dari USD 280 juta akibat penurunan nilai
aset jangka panjang terutama ruang kantor dan beberapa lokasi Starbucks
Reserve serta USD 120 juta yang terkait langsung dengan biaya pesangon
karyawan.
Dampak bagi pasar dan langkah ke depan
Pasar merespons positif pengumuman PHK ini. Saham
Starbucks (SBUX) naik 1,5 persen pada hari yang sama, mencerminkan keyakinan
investor bahwa manajemen sedang mengeksekusi strategi turnaround secara
disiplin.
Starbucks juga tengah meninjau organisasi
internasionalnya, dengan kemungkinan dampak pada karyawan di luar Amerika
Serikat.
Sebagai bagian dari relokasi strategis, perusahaan berencana
memindahkan dan merekrut 2.000 karyawan ke kantor barunya di Nashville,
Tennessee, dalam lima tahun ke depan.
Langkah ini menandai pergeseran geografis pusat gravitasi
operasional Starbucks, sekaligus menunjukkan bahwa restrukturisasi bukan
sekadar pengurangan, melainkan juga redistribusi sumber daya manusia ke wilayah
yang dianggap lebih strategis.




