![]() |
| Tangan seseorang memberikan lembaran uang seratus ribu Rupiah di atas Dolar | Sumber: Kumparan.com |
UMKM Go Digital
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Sabtu, 9 Mei 2026,
masih bertahan di level Rp17.300-an.
Dengan kurs referensi JISDOR Bank
Indonesia berada di kisaran Rp17.370 hingga Rp17.390 per dolar AS artinya 100
dolar AS setara dengan sekitar Rp1.737.000 berdasarkan acuan tersebut.
Kurs beli dolar hari ini di sejumlah
bank besar, termasuk BCA melalui layanan e-Rate, berada di rentang Rp17.300
hingga Rp17.500 tergantung jenis transaksi dan layanan perbankan yang
digunakan.
Pelemahan rupiah yang terus
berlanjut sejak awal 2026 ini dipicu oleh kombinasi tekanan geopolitik global, khususnya
konflik di kawasan Timur Tengah.
Ditambah selisih suku bunga antara Bank
Indonesia di level 4,75% dan The Fed Amerika Serikat di 3,75% yang
dinilai pelaku pasar belum cukup kuat untuk menahan arus keluar modal asing.
Posisi
Kurs Rupiah Hari Ini
Pada penutupan perdagangan Jumat, 8
Mei 2026, nilai tukar rupiah ditutup melemah 49 poin atau 0,28% ke level
Rp17.382 per dolar AS.
Indeks dolar AS pada saat yang
bersamaan juga terpantau melemah 0,21% ke level 98,049.
Berdasarkan data Investing.com,
harga pembukaan USD/IDR hari ini berada di Rp17.288, dengan rentang pergerakan
harian antara Rp17.286 dan Rp17.370 per dolar AS.
Karena hari ini adalah akhir pekan,
aktivitas pasar valas domestik cenderung lebih terbatas.
Referensi paling sahih untuk
keperluan transaksi bisnis tetap mengacu pada data penutupan perdagangan hari
kerja terakhir.
Rupiah telah kehilangan hampir 4%
nilainya sejak awal tahun ini, menempatkannya di antara mata uang dengan
performa terlemah di Asia.
Rincian
Kurs di Bank dan Money Changer
Bagi pelaku bisnis, Pekerja
Migran Indonesia (PMI), investor valas, maupun traveler yang membutuhkan
referensi praktis, berikut kisaran kurs dolar AS pada 9 Mei 2026:
- JISDOR Bank Indonesia: Rp17.370–Rp17.390 per dolar AS
- e-Rate BCA: Kurs beli ±Rp17.300–Rp17.350; kurs jual
±Rp17.450–Rp17.500
- Pasar Forex Internasional: USD/IDR stabil di rentang
Rp17.288–Rp17.370
Spread antara kurs beli dan kurs
jual adalah selisih yang menjadi keuntungan bank.
Untuk mendapatkan nilai konversi
terbaik, transaksi melalui e-Rate atau aplikasi perbankan digital umumnya
menawarkan spread lebih kompetitif dibandingkan teller konvensional atau money
changer bandara.
Kenapa
Rupiah Terus Melemah?
Tekanan terhadap rupiah bukan
fenomena sesaat. Ada sejumlah faktor yang saling memperkuat:
Ketegangan
Geopolitik Global
Dampak dari konflik berkepanjangan
di kawasan Timur Tengah menciptakan sentimen risiko yang mendorong investor
untuk memindahkan aset mereka ke instrumen safe haven, khususnya dolar AS.
Kondisi ini menciptakan tekanan jual terhadap hampir semua mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Cadangan
Devisa yang Menyusut
Pada bulan April, data menunjukkan
bahwa cadangan devisa Indonesia telah menurun selama empat bulan
berturut-turut, mencapai level terendah dalam hampir dua tahun, yang
mengindikasikan lemahnya penyangga eksternal.
Kondisi ini menurunkan ruang lingkup
intervensi Bank Indonesia di pasar valas.
Permintaan
Dolar Korporasi yang Tinggi
Tingginya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran impor dan utang luar negeri terus meningkatkan tekanan permintaan terhadap dolar di pasar domestik.
Selisih
Suku Bunga yang Kurang Kompetitif
Selisih suku bunga acuan antara BI
di 4,75% dan The Fed di 3,75% dianggap belum cukup lebar untuk menahan arus
modal keluar secara signifikan.
![]() |
| Layar ponsel menampilkan grafik saham berdampingan dengan Rupiah dan Dolar | Sumber: Universitas Airlangga |
Respons
Pemerintah dan Bank Indonesia
Presiden Prabowo Subianto telah
menyetujui tujuh langkah baru Bank Indonesia untuk memperkuat rupiah,
termasuk mengurangi separuh batas pembelian tunai dolar yang tidak
terdokumentasi menjadi USD 25.000.
Danmewajibkan eksportir sumber daya
alam menempatkan 50% pendapatan valasnya di bank domestik mulai 1 Juni 2026.
Bank Indonesia juga terus melakukan intervensi di
pasar valas serta pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk
memastikan likuiditas tetap terjaga dan volatilitas rupiah tidak mengganggu
stabilitas sistem keuangan nasional.
Gubernur Perry Warjiyo
menegaskan bahwa cadangan devisa yang ada masih mencukupi untuk mendukung upaya
stabilisasi tersebut.
Referensi
Konversi Praktis
Berikut estimasi konversi dolar AS
ke rupiah berdasarkan kurs JISDOR di Rp17.370:
| USD | IDR (Estimasi) |
|---|---|
| 1 USD | ± Rp17.370 |
| 10 USD | ± Rp173.700 |
| 50 USD | ± Rp868.500 |
| 100 USD | ± Rp1.737.000 |
| 500 USD | ± Rp8.685.000 |
Angka bersifat estimasi dan dapat
berbeda dari kurs aktual di bank atau money changer.
Pertanyaan
yang Sering Diajukan
Pada hari ini, 9 Mei 2026, berapa
kurs rupiah terhadap dolar AS?
Berdasarkan kurs referensi JISDOR
Bank Indonesia, 1 dolar AS pada 9 Mei 2026 setara dengan sekitar Rp17.370.
Rentang pergerakan harian berada di
Rp17.288–Rp17.390. Kurs ini dapat berbeda tipis di masing-masing bank
tergantung jenis transaksi. Pantau liputan terkini seputar kurs dolar di
kategori Kurs Rupiah umkmgodigital untuk update harian.
Kenapa rupiah masih melemah di Mei
2026?
Pelemahan rupiah di Mei 2026
disebabkan oleh tiga faktor utama: ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang
memicu pelarian modal ke aset safe haven, cadangan devisa Indonesia yang turun
empat bulan berturut-turut, serta selisih suku bunga BI (4,75%) vs The Fed
(3,75%) yang dianggap pelaku pasar belum cukup kompetitif untuk menarik arus
modal masuk.
Untuk 100 dolar AS, berapa rupiah
yang saya dapatkan hari ini?
Dengan kurs JISDOR di kisaran
Rp17.370 per dolar AS pada 9 Mei 2026, 100 dolar AS setara dengan sekitar Rp1.737.000.
Jika bertransaksi melalui e-Rate BCA
dengan kurs beli di kisaran Rp17.300–Rp17.350, maka 100 USD menghasilkan
sekitar Rp1.730.000–Rp1.735.000.
Selalu bandingkan kurs di beberapa bank atau platform sebelum bertransaksi untuk mendapatkan nilai terbaik.
Artikel ini disusun
berdasarkan data referensi JISDOR Bank Indonesia dan pantauan pasar per 9 Mei
2026. Nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi pasar
finansial.
Sumber: Bank Indonesia (JISDOR), Investing.com, Bisnis.com




