Copyright 2025 © GM Academy
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Pembuatan Website Sekolah
Jasa Pelatihan Digital Marketing
Jasa Optimasi SEO untuk UMKM
Jasa Pelatihan Digital Marketing UMKM
Jasa Press Release Media Online
Pelatihan Digital Marketing di Sekolah
Program Magang Digital Marketing SMK dan Mahasiswa
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM
Jasa Optimasi Digital Marketing
Jasa Optimasi Digital Marketing

IHSG dan Rupiah Anjlok, Ini Penyebab dan Dampaknya

IHSG ditutup melemah 1,85% ke level 6.599 sementara rupiah cetak rekor terlemah di Rp17.655/USD. Apa penyebabnya dan apa dampaknya bagi investor?
Jasa Pembuatan Website
Siaran data pasar keuangan RI. Sumber: CNBC Indonesia
Siaran data pasar keuangan RI. Sumber: CNBC Indonesia

UMKM Go Digital - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,85 persen ke level 6.599 pada penutupan perdagangan Senin, 18 Mei 2026.

Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan rupiah yang mencetak rekor penutupan terlemah sepanjang sejarah, yakni melemah 1,09 persen ke level Rp17.650 per dolar AS menembus level psikologis baru di atas Rp17.600/USD.

Dua tekanan ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif global, ketegangan geopolitik Amerika Serikat–Iran, serta keluarnya dana asing dari pasar keuangan domestik.

 

Rupiah Jadi Pemberat Utama IHSG

Pelemahan dipicu sentimen negatif global, ketegangan Amerika Serikat–Iran, serta depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Tekanan rupiah memicu spekulasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia yang berdampak pada penurunan minat investor saham domestik.

Depresiasi rupiah menjadi yang paling dalam dibandingkan mayoritas mata uang Asia lainnya yang turut melemah, seperti Baht Thailand, Yen Jepang, Hong Kong Dolar, hingga Won Korea Selatan.

Dampaknya langsung terasa di bursa. Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor. Sektor transportasi menjadi yang paling terpukul setelah anjlok 6,2 persen, disusul sektor basic industry yang turun 5,2 persen serta sektor industrial yang melemah 3,2 persen.

Saham-saham berkapitalisasi besar seperti DSSA, TPIA, BBRI, dan AMMN turut menjadi penekan utama indeks.

 

Prabowo Panggil Menkeu dan Gubernur BI ke Istana

Situasi genting ini mendorong respons cepat di tingkat tertinggi pemerintahan.

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, ke Istana Negara pada Senin (18/5/2026).

Meski demikian, pemerintah meminta masyarakat tidak panik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini jauh dari ancaman resesi karena laju pertumbuhan ekonomi domestik masih bergerak cepat.

Ia bahkan melihat koreksi harga saham ini sebagai momentum yang menguntungkan bagi para pemodal untuk membeli aset di harga rendah.

 

BI Tegaskan Stabilitas, Bukan Level Kurs

Di sisi moneter, Bank Indonesia memilih narasi yang berbeda dari kekhawatiran pasar. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa yang dijaga adalah stabilitas nilai tukar, bukan level-nya.

Ia menyebut volatilitas rupiah secara year-to-date masih berada di sekitar 5,4 persen dan masih dapat dikategorikan stabil di tengah tekanan global.

Perry memperkirakan rupiah dapat kembali berada di kisaran Rp16.200–Rp16.800 per dolar AS pada akhir 2026.

Untuk menarik kembali aliran dana asing, BI mengandalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan kenaikan imbal hasil agar instrumen rupiah lebih menarik bagi investor asing.

Ilustrasi pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Sumber: Universitas Airlangga
Ilustrasi pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Sumber: Universitas Airlangga

Kenaikan BI Rate di Depan Mata

Pasar kini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung Selasa dan Rabu pada 19 dan 20 Mei 2026.

IHSG dan rupiah mengalami tekanan signifikan menjelang RDG BI, dengan kemungkinan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Tekanan terhadap rupiah yang menembus level Rp17.600 per dolar AS turut dibarengi kenaikan yield obligasi pemerintah kondisi yang mengindikasikan adanya aliran dana asing keluar dari pasar keuangan domestik seiring meningkatnya aversi risiko global.

 

Kapitalisasi Pasar Menguap Rp5.278 Triliun

Secara kumulatif, dampak pelemahan ini sudah sangat besar. Kapitalisasi pasar saham Indonesia menyusut ke level Rp11.312 triliun, atau menguap sebesar Rp5.278 triliun sejak rekor tertinggi pada Januari 2026.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengingatkan investor untuk melakukan diversifikasi guna mengurangi risiko kerugian pada satu jenis aset saja, dan merekomendasikan strategi investasi berkala atau rupiah cost averaging daripada spekulasi menebak titik terendah pasar.

Sementara itu, pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai aset seperti emas dan dolar AS kini kembali diminati sebagai pelindung nilai (safe haven).

Bagi investor ritel dan pelaku bisnis, kondisi ini menjadi pengingat bahwa pasar keuangan Indonesia masih sangat rentan terhadap perubahan sentimen global dan kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio menjadi kunci melewati periode bergejolak ini.

 

Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Jasa Pembuatan Website
Jasa Press Release Media Online
Jasa Pembuatan Website UMKM
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
PixxelPro Digital ID